Friday, June 2, 2017

Jalan itu bernama dakwah

Kala dakwah mengajariku,

ketika dulu aku tidak mengerti siapa aku dan untuk apa aku ada.
dakwah mengajariku menjadi seseorang yang hidup untuk orang lain.

Ketika dulu aku merasa lemah pada diriku, dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikan ku sosok yang kuat.

ketika dulu aku menggugat Allah atas takdirNya, dakwah mengajariku menjadi hamba yang ikhlas terhadap ketentuanNya.

ketika aku terlalu tergesa-gesa mengejar apa yang ku mau, dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menanti kemenangan.

ketika dahulu aku hanya bermimpi kecil dan selalu berfikir apa adanya, dakwah mengajariku untuk bermimpi besar dan bercita-cita sebanyak mungkin.

ketika dulu aku hidup untuk sendiri, dakwah mengajariku untuk perduli dan peka pada keadaan orang lain.

ketika dulu aku tidak bisa menerima perlakuan buruk orang lain atasku, dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan.

ketika dulu aku selalu merasa tidak mempunyai siapapun untuk menolongku, dakwah mengajariku tentang keyakinan bahwa Allah akan selalu ada untuk hambaNya.

ketika dulu aku tidak bisa menyentuh hati manusia, dakwah mengajariku tentang bahasa hati.

Ya,
dakwah mengajariku tentang banyak hal.

dakwah telah menempaku menjadi sosok yang lebih berarti untuk hidup yang hanya sekali.

dakwah mengajariku tentang cinta sejati.

dakwah mengajariku tentang kekuatan agar aku tak menjadi manusia yang mudah menyerah. dakwah mengajariku dari sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

dakwah mengajariku tentang sebuah keikhlasan.

dakwah mengajariku agar senyumku selalu tersebar dimana saja, meski hatiku sedang mendung.

dakwah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada di genggam tangan ku, bukan di hatiku.

hingga ketika Allah memberikan kesedihan, aku tau bagaimana caranya tersenyum lagi:')
dan jalan dakwah ini lah yang ku pilih.

Terimakasih yaRabb, atas segala hal yang terjadi dan atas kebahagiaan yang selalu kau beri❤

----------------------------------

Tulisan di atas adalah tulisan yg saya temukan di TL line saya. Tulisan yg saya temukan di sela -sela menunggu waktu berbuka, tulisan yg saya temukan disaat iman saya sedang futur atau cacat.

Iya ! Tulisan itu benar adanya !

Dahulu sebelum dakwah menyentuh saya, ketika orang lain memarahi saya (mungkin sebagian hanya berniat menasehati), saya akan ikut marah dan membela diri. Tetapi sekarang saya akan diam dan mengakui kesalahan saya (meskipun kadang terlalu gengsi mengakuinya).

Tidak hanya itu, ketika orang lain salah atau menyakiti hati saya, saya ngedumel dan sebagainya, tapi sekarang setelah saya tersentuh oleh dakwah saya menjadi sedih ketika orang berbuat demikian kepada saya. Saya sedih bukan karena apa - apa, cuman saya takut saya tidak bisa memaafkan dia dan saya takut saya pernah menyakiti hati orang lain tanpa saya sadari.


Terakhir, sebelum saya tersentuh dakwah ketika apa yg saya inginkan tidak saya dapatkan. Saya akan sedih. Tetapi, ketika saya sudah tersentuh dakwah saya akan sangat - sangat bahagia. Saya ingat sekali ketika pengumuman SNMPTN kemarin dan saya dinyatakan tidak lolos, bukannya sedih atau apa saya malah sujud syukur. Karena semenjak saya tersentuh dakwah saya tau bahwa semua takdir saya sudah dituliskan sangat indah oleh Dia.

Hmm, betapa Dia mencintai saya, mengenalkan saya pada jalan ini, jalan berliku yg hanya dapat dilalui oleh orang - orang pilihannya. Jalan itu bernama dakwah.

Iya ! Dakwah memang tidak dapat mengubah saya menjadi manusia sempurna. Tapi, dakwah telah mengubah saya menjadi lebih baik dari diri saya yang
dahulu.

Sunday, April 16, 2017

Berteman dalam ketaatan

Bismillaah,

Alhamdullilah UN telah selesai, sekarang break dulu sebentar dan lanjut belajar lagi untuk SBMPTN dan USM. Sesuai dengan janji saya, saya akan menuliskan tentang teman -teman saya yang Insyaa Allah shaleh dan shalehah. Hmm, sebenarnya di dunia ini gada orang yang sempurna. Jadi, semuanya tergantung kita. Kalo prinsip hidup saya sih ambil baiknya, buang buruknya atau jangan lihat siapa yang bicara tetapi apa yg dia bicarakan. Bahkan dari orang yang berkelakuan buruk pun kita bisa ambil hikmahnya lho. Contoh ada teman kita yg suka berkata kasar dan kita risih mendengarnya. Nah, dari dia kita bisa belajar kalo ternyata orang -orang tuh gak suka kalo kita kaya gitu. Iya, istilahnya jangan ngelakuin sesuatu yang kita gak pengen orang lain ngelakuin itu kekita.

Hmm, langsung aja kita mulai yaa..

1. Ciwi - ciwi RDKI, pokoknya setiap bertemu mereka bertambah ghirah di dada ini. Ada Nurhasanah, si calon isteri sholehah. Ada Mahdiyah yang lucu dan pintar bingits. Ada Dessy yang strong banget. Atikah dan Isna yang wow banget deh sampai gabisa lagi gue deskripsiin. Mungkin karena setiap bareng mereka gue ngerasa senasib dan seperjuangan kali ya? Tapi beneran deh mereka tuh orang - orang ekstra sibuk, tapi tetap bisa berprestasi dan hubungan mereka sama Allah juga dekat banget. Kadang gue malu sendiri kalo ketemu mereka.

2. Radhwa Nabilla, kalo bareng ini orang bawaannya pengen hafalan Qur'an mulu. Pokoknya semangat jadi hafidzah nambah deh kalo lagi bareng sama manusia ini.

3. Uswatun Hasanah K.S., ini orang paling setia temenin gue Rohis. Satu hal dari sifatnya yang bikin gue tersentuh. Setiap dia baca sesuatu atau mengetahui suatu ilmu agama yang belum dia tahu, langsung dia lakukan atau pas dia tahu kalo yang selama ini dia lakukan gak sesuai dengan aturan agama dia langsung ngerasa bersalah gitu. Pokoknya manusia ini the best banget deh.

4. Abimanyu, kalo bareng ini orang bawaannya pengen belajar dan shalat mulu. Karena gue kalo ketemu manusia ini, pasti kalo gak lagi belajar, shalat, baca Al- Qur'an, iya pas pulang sekolah. 

5. Variel dan Rayhan, manusia pintar, rajin shalat, gak ambis,dan jujur. Teman gue yang gue maksud di post sebelumnya tentang nyontek. Iya, kedua manusia ini. Mereka jadi inspirasi gue untuk berani benar, walau sendirian.

6. Aqil Fadhilah, ini manusia baik banget suka ngasih orang makanan dan nganterin orang sejauh apapun itu tempatnya. Ini orang suka banget ngebantuin orang. Kadang gue suka malu sendiri kalo ketemu dia, atau mencela dia meskipun itu cuman bercanda.

7. Zulfiqar, gue baru kenal dekat dia sih belakangan ini. Nah, orang ini tuh keliatan cuek, sans, dan masa bodo bahkan kadang terlihat nyebelin. Tapi, ternyata orang ini diam - diam baik. Baik banget malah. Dia tuh diam - diam bantuin nyelesain masalah temannya. Bahkan, minta maaf atas nama temannya kalo temannya salah dan mungkin tanpa temannya tau. Kayaknya selama gue hidup, gue belum pernah ngelakuin ini deh. Minta atas nama gue sendiri aja jarang.

8.Ghiffari Zaka Waly, gue selalu berharap manusia ini terlahir sebagai perempuan. Biar gue bisa berteman sama dia tanpa adanya fitnah. Banyak banget sifat dia bisa jadi pelajaran. Contohnya untuk tidak ambil barang yg bukan milik kita, jadi waktu itu gue kerja kelompok sama dia terus ngelihat Nabati masih ada isinya, terus dia ambil dan dibuang dan bilang dosa kalo kita makan itu, kalo gak ada dia mungkin udah gue makan kali dan masih banyak lagi deh pokoknya. Kadang suka malu kalo ingat gue sering marah/maksa dia ngelakuin sesuatu.

Iya, itu mereka teman -teman gue yg bannyak menginspirasi gue dalam kebaikan. Semoga Allah senantiasa memberi hidayah dan meridhoi setiap langkah mereka.Dari mereka gue juga sadar kalo dakwah itu gak cuman teriak - teriak/ngomong diatas mimbar tetapi juga tentang memberi teladan.

Thursday, March 23, 2017

Maafkan saya,

Bismillaah,

Mungkin sudah terlambat untuk saya menulis ini, tetapi setau saya tidak ada kata terlambat untuk melakukan suatu kebaikan...

Saya hanya ingin mengatakan "Niat yang baik, dengan cara yang diridhoi-Nya akan menghasilkan hasil  yang terbaik menurut-Nya"

Hmm, kayaknya gausah dijelasin, udah pada mengerti arah dan maksud saya kemana yaa hehehe..

Pertama, tentang "Niat yang baik"  saya rasa semua siswa belajar di sekolah pasti memiliki niat yang baik. Entah itu niatnya untuk menjadi pintar, membahagiakan orang tua, dakwah atau sebagainya. Tidak ada siswa yang belajar di sekolah seharian bahkan sampai ada yang ngalong hanya untuk menjadi koruptor,pencuri, dan sejenisnya bukan??

Kedua, tentang " dengan cara yang diridhoi-Nya" . Maaf sebelumnya mungkin setelah membaca tulisan ini banyak teman -  teman yang akan tersinggung dengan pendapat saya tetapi menurut saya, "Mendapatkan sesuatu dengan cara yang TIDAK diridhoi-Nya  hanya dilakukan oleh orang - orang TIDAK BERKUALITAS"

Kalo memang kita adalah orang berkualitas kita tidak akan melakukan cara -cara tersebut. Baiklah saya tak ingin munafik, saya juga pernah melakukan hal -hal yang tidak diridhoi-Nya itu.

"Yaudah, lo juga sama kan? Terus ngapain lo ngejudge kita adalah orang yang gak berkualitas?"

Maaf saya tidak menjudge Anda, saya hanya ingin mengingatkan Anda dan diri saya pribadi :) . Entah apa yg Anda rasakan setelah melakukan itu, tetapi saya merasakan ketidakbahagiaan setelah melakukannya. Ohiya saya harap teman - teman tidak melihat siapa saya, tetapi apa yang saya sampaikan.

"Halah, bilang aja lo takut nilai lo jelek sendiri !!"

Hmm, saya memang sedih kalo nilai saya jelek, apalagi disaat teman - teman lain nilainya bagus. Tetapi, yang paling menyedikan bukan itu, yang paling menyedihkan adalah ketika saya hanya berdiam diri melihat teman - teman saya yang saya cintai berbuat kemungkaran :'(

Lagipula, kalo nilai saya jelek sendiri, saya tidak akan menyalahkan kalian yang menggunakan langkah yang salah. Tetapi saya akan menyalahkan diri saya sendiri, mengapa saya tidak lebih giat lagi dalam belajar?

Ketiga, tentang "akan menghasilkan hasil yang terbaik menurut-Nya". Karena yang terbaik menurut kita belum tentu yang terbaik bagi Dia. Kalo teman -teman sudah melakukan cara yang diridhoi-Nya. Tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Mungkin, itu bukan yang terbaik menurut-Nya :)

Nah,kalo hasilnya ada yang jadi koruptor, penjahat, pencuri dan sebagainya. Berarti cara dia ada yang salah.

"Terus bagaimana caranya biar gue terhindar dari dosa itu?"

Menurut saya yang pertama kali kita lakukan adalah  memilih lingkungan yang baik ! Kalo kita berdiri di lingkungan yang terbiasa melakukan dosa itu, lambat laun kita akan melakukan hal yang sama.

Untuk hal ini saya bersyukur saya mempunyai adik dan teman yang paling anti melakukan dosa itu.

Iya, adik saya semalas apapun dia, sesusah -susahnya dia untuk disuruh shalat,  Insyaa Allah dia tidak akan melakukan dosa itu. Mungkin kalian berpikir ya itu kan kalo di rumah, kalo disekolah iya beda lagi. Hmm, saya tau persis kapan adik saya berbohong  kapan dia tidak berbohong, saya sudah menjadi kakaknya hampir 16 tahun. Jadi, saya sudah hafal ngelakuan dan sifat dia. Ohiya saya tidak mengatakan bahwa meninggalkan shalat itu lebih baik daripada melakukan dosa itu. Tapi sekali lagi saya bilang jangan lihat siapa yang menyampaikan, tetapi apa yang dia sampaikan.

Lalu,teman saya betapa beruntungnya saya mengenal dia  (Insyaa Allah setelah UN saya akan tulis tentang teman -teman saya yang shaleh dan shalehah), mudah - mudahan Allah memberikan keberkahan di dalam hidupnya. Jadi,waktu USBN kemarin saya dan teman saya yang satu lagi tidak bisa mengerjakan soal kimia essay. Lalu dia berkata " Guys, gue mau minta maaf sama kalian. Jadi, kemarin di tempat les gue dikasih soal dan dibahas eh ternyata soalnya sama persis. Gue juga gak tau bakalan sama. Najis deh gue sama tempat les gue." Saya yang mendengar itu hanya diam kaget terkesima. Kalo saya jadi dia mungkin saya akan bilang "untung dibahas ditempat les" atau sejenis itu.

"Iya elo beruntung tumbuh di lingkungan yang begitu ! Nah, lingkungan gue?"

Nah, Anda bisa tuh bergaul dengan kita. Kita kebetulan juga lagi cari teman seperjuangan di jalan Allah hehehe.

Lagipula kalian juga beruntung dikasih kesempatan untuk membaca ini.

Hmm, kayaknya sudah cukup panjang saya menulis. Intinya teruntuk teman -teman saya yang terhindar dari dosa itu, jangan berbangga diri karena setan akan menggoda dengan cara lain.

Teruntuk teman - teman saya yang sudah terlanjur melakukan dosa itu, saya mohon maaf yang sebesar - besarnya karena baru sempat mengingatkan sekarang. Maaf saya terlambat mengatakan ini, mungkin sudah terlambat mencegahnya tetapi sebelum nafas berakhir belum terlambat untuk bertaubat. Mudah - mudahan teman -teman tidak mengulangi hal yang sama dan kita dapat bersama -sama menjadi PELAJAR YANG DIRINDUKAN SURGA. Aamiin

Sekali lagi, maafkan saya telah membiarkanmu melakukan kemungkaran...





*hanya sebuah pengingat untuk diri sendiri





Thursday, March 16, 2017

Pantaskah kita ragu ?

Bismillaah,

Assalamu'alaykum :)

Belakangan ini banyak teman saya yg curhat ke saya tentang bingungnya memilih jurusan dan ketakutan akan tidak diterimanya di PT yang dicita -citakan.

Pertama, banyak dari mereka yang bingung tentang mana yg harus dipilih "menjadi ikan yang kecil di empang yang besar atau menjadi ikan yang besar di empang yang kecil??"

Hmm, mengapa kita harus jadi ikan? Kalo kita bisa menjadi pemilik empang? Lalu membuat empang - empang  kecil menjadi besar dan memberi makan ikan -ikan kecil agar menjadi besar??


Kedua, tentang ketakutan tidak diterimanya di PT yang dicita -citakan.
" Rah, sesuatu yang dimulai tanpa tujuan, akan berakhir tanpa tujuan. Tujuan gue mau jadi ini jadi harus masuk jurusan ini di PT ini rah, tetapi si A , si B, si C, si Z juga mau masuk sini rah. Gimana dong? Gue takut gak dapat di PT ini"

Men, tujuan lo aja udah salah ! Coba deh di buka lagi Al -Qur'annya !

"Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56)

Iya emang bener sesuatu yg dimulai tanpa tujuan akan berakhir tanpa tujuan. Tetapi tujuan kita hidup untuk apa? Untuk menyembah kepada Allah bukan?

Jadi, pelan -pelan sambil jalan lurusin tujuannya. Nah, kalo awalnya tujuannya udah begitu, kan akhirnya enak tuh.

Insyaa Allah deh pokoknya Dia akan ngasih yang terbaik, ngasih kita takdir yg akan bikin kita dekat dengan tujuan kita yaitu DIA. Kalo udah begitu mau gak diterima di PT manapun kek atau dikasih cobaan seberat apapun, yang penting Allah ridha. Pasti deh bahagia dunia dan akhirat.

Kalo kita takut seperti itu justru kita udah meragukan Allah bro !  Inget Allah seperti apa yang kita sangkakan lho !!

Lagipula menjadi pemilik empang gak perlu nyebur ke dalam empang kan??

Ohiya satu lagi nih, niat yang baik, dengan cara yang diridhoi-Nya, akan menghasilkan hasil yang terbaik menurut-Nya bukan menurut kita, karena yang terbaik menurut-Nya belum tentu terbaik menurut kita.

Semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita semua. Serta kita senantiasa menjadi hamba bersyukur, bersabar, dan ikhlas atas setiap takdirnya. Aamiin







*pengingat untuk diri sendiri

Wassalamu'alaykum :)

Saturday, January 7, 2017

Seperti Kuku

Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarktuh :)

Jadi beberapa waktu lalu gue dapat tugas bahasa Inggris buat bikin tulisan gitu, awalnya bingung mau nulis apa nah H-beberapa jam gue dapat inspirasi nih pas lagi motong kuku buat nulis ttg kehidupan. Ceritanya mainstream sih tapi sayang kalo gue keep sendiri.
Jadi berhubung gue sekarang lagi gabut gue share nih disini, siapa tau bisa diambil hikmahnya.Kalo garis besar ceritanya dalam bahasa Indonesia gini nih :

Pada suatu hari ada seorang anak laki - laki yang mendatangi ayahnya dengan wajah marah, sedih dan kesal. Ia marah karena pernikahannya yang tinggal menghitung hari harus batal. Calon istrinya berselingkuh dengan laki - laki lain.

"Ayah, mengapa semua ini terjadi padaku?? Aku telah memberikan segalanya untuknya tetapi mengapa dia mengkhianatiku??" tanya sang anak

"Nak, ayo ikut aku!" 

Sang anak mengkuti ayahnya ke sesuatu tempat. Ternyata ayahnya mengajak anak itu ke salon dan melakukan perawatan pedicure  dan menicure. Sang anak yang sedang kesal lalu bertambah kesal.

"Ayah, mengapa kita kesini? Aku bukan seorang perempuan yang apabila ke salon akan merasa sedikit bahagia !"

"Nak, coba lihat kukumu sekarang menjadi indah dan rapih kan setelah dipotong, dikikir dan sebagainya??"

"Iya Ayah ! Tapi apa hubungannya dengan masalahku??"

"Nak, kamu belum mengerti juga? Ibarat kuku ini adalah kamu, dan yang punya kuku ini adalah Yang Maha Memilikimu yaitu Allah. Kuku ini hanya diam saja ketika bagian dari dirinya dipotong dan dipisahkan dari bagian yang lainnya,kuku ini hanya diam saja ketika ia dikikir karena dia percaya bahwa pemiliknya yang sedang melakukan yang terbaik agar si kuku tetap tampil cantik dan rapih. Begitupula dengan dirimu Nak! Allah sedang mepercantik, memotong dan mengikirmu agar nanti engkau bisa merasakan betapa cantiknya hidup ini !"

Lalu beberapa bulan kemudian akhirnya anak - anak laki itu akhirnya menikah dengan seorang perempuan yg lebih shalehah, lebih baik, lebih cerdas dan lebih cantik.THE END

Semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua yaa :)

Ohiya teman follow akun ig @salamquran yuk ! Disitu bakalan ngebahas ttg tafsir Al-Quran perayat setiap harinya dengan bahasa yg kekinian pastinya...

Terus bagi teman-teman yang lagi nyari penghasilan tambahan bisa nih jualan khimar double hycon dua warna bolak balik, tas hewan anak, mie sayur, dan alat - alat listrik bisa hubungi gue di 0812-193-4836 (WA ONLY) beli grosiran gratis ongkir...

Sekian dari gue maafin kalo belakangan ini blog gue isinya curcolan gue semua yaa, nanti kalo gue informasi pelajaran - pelajaran atau apalah bakalah gue share disini kok..


Wassalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarktuh :)

Sunday, December 18, 2016

Kado Terindah

Assalamu'alaykum 😊

Alhamdullilah masih dikasih umur oleh Allah untuk menulis dan berbagi cerita lagi disini...

Kali ini gue mau cerita pengalaman seru di ulang tahun gue yg ke-17. Jadi, alhamdullilah tanggal 14 Desember kemarin umur gue genap 17. Tapi bukan cerita birthday party yang bakal gue ceritain, bukan juga ttg surprise dari orang - orang atau bahkan ttg diri gue yg sekarang udah legal bukan itu.

Sebenarnya juga bukan pas tanggal 14nya yg pengen gue ceritain disini. Jadi pas tanggal 16-17 kemarin itu gue sama anak - anak rohis ngadain rihlah tuh ke daerah Tambun. Nah dimulai dari tanggal 15 sore gue, uswa, dan ghiffari yg beli makanan buat disana yg banyak banget sampai dua motor satu sepeda, terus pas tanggal 16 pagi sampai siang gue dan anak - anak rohis lainnya ngepak - pakin barang buat disana.

Habis shalat Jum'at kita berangkat nih ke tambun naik grab dan si ghiffari naik go box karena barang bawaan kita banyak banget, supir go box nya kayak mad dog wkwkwk.
Nah kalo  gue kebagian naik grab bareng adek - adek kelas akhwat yaitu indri, iren, dan salma sama tiga orang ikhwan yg rada ngeselin yaitu fathan, ijul, dan manyu.

Awalnya kita jalan lancar - lancar aja tuh. Terus di tengah jalan uswa nge-line kalo dia nyasar di tol cikarang,jadi dia udah keluar tol terus masuk lagi nahh disitu kita malah ngetawain dia,jahat banget dah kita wkwkwk.

Pas kita udah sampai di alamat yg dimaksud kok kita gak ngelihat tempat yg kita tuju dan akhirnya gue telepon ghiffari yg udah sampai disana, terus gue sebutin posisi gue ke ghiffari eh ternyata ghiffari juga ada di tempat yg sama tapi kok dia gada. Terus kita nanya -nanya ke orang - orang juga, nah ternyata emang tempat yg kita tuju itu ada dua. Jadi kita ketemu biasnya tempat itu. Kayaknya sih kita kualat sama uswatun. Udah gitu anak - anak di mobil masih aja pada kurang ajar, udah ditolongin dan dijemput sama ghiffari eh masih aja ngeledekin dan ngetawain ghiffari dan uswa wkwkwk.

Nah pas sampai disana ternyata uswa udah sampai juga. Nah kualat kan kita wkwkwk. Sampai disana kita shalat ashar tuh, habis shalat ashar kita ke perternakan sapi dan pabrik tahu. Setelah itu kita makan - makan deh...

Nah sehabis maghrib kan kita ada acara, nah gue kan jadi mcnya nih terus gue nitip hp gue ke ijul. Eh malah hp gue dipake buat selfie sama ame, manyu dan ghiffari dan gue baru ngeh kalo hp gue dipake buat selfie kemarin lagi-_-


Nah habis acara kan gue sama teman - teman akhwat pada gabisa tidur tuh terus akhirnya kita ngobrol-ngobrol, kebetulan temanya lagi ngomongin setan. Pas kita lagi ngomongin setan gue ngerasa ada orang yg loncat di belakan gue 2x tapi pas gue nengok gada siapa - siapa. Terus udah gitu yg ikhwan iseng banget jatuhin barang yg suaranya kedengeran sampai tempat kita. Jadilah kita teriak karena kaget.

Terus pas kita udah masuk ke tempat tidur bahkan gue udah rebahin badan dan memejamkan mata. Eh ada anak yg ngomong sama aufa ngajakin aufa bikin susu kedelai terus kita yg tadinya mau pada tidur jadi malah bikin susu kedelai.

Keesokan paginya habis shalat shubuh kita jalan - jalan pagi sekalian nyari makan. Pas kita balik anak - anak disitu pada mau jualan tahu sama susu kedelai, karena gue udah mandi daripada lama nungguin teman gue yg lain mandi gue sama bella ngikut mereka tuh naik KAISAR. Terus duduk di pinggirannya. Yang bawa anak kelas 9 smp, dia bawanya ngebut dan jalanan disitu rusak jadi berasa naik roller coaster.

Eh pas gue sama bella balik anak - anak  rohis kok pada gada terus akhirnya gue sama bella pergi jualan lagi. Terus pas gue balik lagi, mereka masih gada. Pas bella cek hp ternyata mereka lagi dirumah bapake tercinta, pembina rohis kesayangan kita. Untungnya pas bella cek hp, ghiffari datang jemput kita.Pas gue baru sampai sana anak -anak udah pada mau balik lagi ke sana  -_-

Nah pas kita mau pulang ke Jakarta, ternyata lagi dimasakin makanan. Terus selesai makan hujan gede tuh. Kita nyari grab gada yg mau cuman ada satu grab yg mau. Yaudah akhirnya yg akhwat, sembilan orang dimasukin ke situ semua. Gue, aufa dan yg ikhwan balik naik kereta. Nah disinilah petualangan dimulai.

Pas kita mau pulang dan pamitan kita nyari umi, abah, atau bapake. Tapi gada siapa - siapa, pas gue nanya ke anak yg ada disitu ternyata bapake lagi tidur-_-

Yaudah akhirnya kita ber6 (fathan udah pulang duluan naik gojek) ke rumah bapake dulu naik kaisar. Nah karena kondisinya sekarang hujan berasa lagi naik arum jeram deh kwkwk. Jadi kita gaperlu ke dufan lagi deh.

Kalo gue kan udah berpengalaman jadi rada biasa aja. Nah yg ikhwan ini nih sama aufa pegangannya kenceng banget sampai tangannya pada merah. Terus habis dari rumah bapake kita dianter lagi naik kaisar sampai stasiun tambun. Tapi karena lagi ada galian jadi kita musti nyebrang rel gitu loncatin kereta yg buat ngebenerin rel gitu lho. Mulai dari situ mereka mulai nge-keep gue sama aufa dan gue mulai sadar akan sesuatu.

Pas kita sampai stasiun ternyata kereta ke Jakarta adanya sore. Yaudah kita akhirnya mutusin naik elf ke Stasiun Bekasi. Pas kita naik elf banyak banget pengamen dan preman yg naik turun. Udah Stasiun Bekasi jauh banget ngak sampai - sampai.

Sampai stasiun bekasi kita naik kereta nih ke tujuan masing - masing. Nah aufa turun duluan di stasiun klender baru. Nah jadilah gue perempuan sendirian disitu. Terus kita transit nih di stasiun jatinegara dan kebetulan pas kita turun hujan deras banget hujan angin. Udah kereta arah senen ada di jalur paling ujung dan kehalang sama kereta lain yg berhenti. Lagi - lagi disitu mereka ngekeep gue. Mulai dari manyu yg jagain gue dari belakang sampai si ijul yg ada di depan gue yg udah nyebrang rel terus berhenti bentar ngelihat gue udah nyebrang apa belum terus nyebrang lagi bareng gue. Nah disini gue mulai bener - bener sadar, lupa sekaligus ingat akan sesuatu.

Begitu juga pas udah di dalam kereta. Nah ijul kan turun duluan. Habis itu di stasiun berikutnya gue, manyu, dan ghiffari yg turun. Kalo ame turun di stasiun setelahnya. Dari stasiun ke rumah gue naik gojek dipesenin sama ghiffari dan dia belakangan naik gojeknya. Kata dia, dia gampanglah padahal gue tau dia udah capek banget dan akhirnya gue sampai dirumah dengan selamat...

Hmm, cerita yg cukup panjang yaa wkwkwk. Tapi banyak banget pelajaran yg bisa gue ambil selama dua hari itu.

Pertama, gue masih punya dua orang tua yg sayang banget sama gue. Kedua orang tua yg gak terlalu ngebebasin gue dan juga gak terlalu protektif sama gue...

Kedua,  kalo gue mau jajan. Gak perlu capek-capek jualan kesana kemarin. Tinggal minta sama ortu.

Ketiga, meskipun dapat dihitung dengan jari orang yg ingat ultah gue. Seengaknya gue tau kapan gue dilahirkan di muka bumi ini. Banyak orang yg bahkan tidak tau kapan dia dilahirkan.

Keempat, sesuatu hal yg membuat gue sadar yaitu memang sifat ilmiah laki - laki untuk melindungi dan menjaga perempuan, meskipun perempuan itu gak minta dilindungi itu semata - mata hanya alasan kemanusiaan dan tanggung jawab bukan karena alasan suka apalagi cinta. Itu juga membuat gue lupa akan luka yg telah diberikan oleh laki - laki itu, luka yg sebenarnya gue buat sendiri karena terlalu pede akan perhatian yg laki -laki itu berikan sekaligus membuat gue ingat akan Dia yg sangat -sangat mencintaiku.

Iyaa! Pelajaran selama dua hari itu adalah kado terindah dari Dia Sang Maha Cinta untukku. Lagi -lagi Dia membuat hati ini malu  karena sering menghianati-Nya dan beprasangka buruk tentang-Nya.

-------------------------------------------------------------
Ya Allah Yang Maha Kuasa, Maha Bekerhendak, Maha Membolak - balikan Hati, Maha Pemurah, dan Maha Penyanyang...
Ampunillah hambamu yang sering berhianat ini...
Maafkan hamba yg sering kufur akan nikmat - nikmatmu...
Jadikanlah aku hambamu yg bersyukur, bersabar,serta ikhlas menerima setiap takdirmu...
Istiqomahkan hamba di jalan-Mu
Teguhkan hati hamba di atas agama-Mu

Ya Allah...
Jika hati dan jiwa ini mulai menghianati-Mu lagi, maka sakitilah hati ini lebih sakit dari luka kemarin..
Agar aku sadar bahwa hanya kepada-Mu lah tempatku berharap

Ya Allah...
Terimakasih Engkau telah setia menemaniku meskipun aku sering sekali berhianat kepada-Mu
Terimakasih engkau telah menuliskan takdir indah-Mu untukku
Terimakasih Engkau telah sangat mencintaiku, maka jadikan aku hamba-Mu yang selalu mencintai-Mu juga...
Jika memang nanti aku jatuh cinta kepada makhluk-Mu, jangan sampai rasa cintaku kepadanya melebihi rasa cintaku kepada-Mu...
Jatuh cintakanlah aku kepada orang yg dengan mencintainya bertambah kecintaanku kepada-Mu....
Jatuh cintakanlah aku kepada orang yg juga mencintaiku karena-Mu..
Jatuh cintakanlah aku hanya kepada jodohku saja...
Kuatkanlah aku dari rasa sakit dan luka yg disebabkan karena terlalu berharap kepada makhluk -Mu..


Aamiin Aamiin Yaa Rabbal Alamiin


Saturday, September 10, 2016

ITU KAN HANYA BERCANDA !!!

Iya kamu hanya bercanda..
Tapi yang kamu bercandai adalah aqidahmu...
yang kamu tertawakan itu adalah agamamu...
yang kamu lawakan adalah ayat- ayat Tuhanmu..

Saat ada yang mengajak shalat. Lalu dibalas "nitip", " udah bosen", "salam aja buat malaikat",  "udah pernah"dan sebagainya.
Sebercanda itukah hubungan kita dengan Allah ??
Sudah seberapa tinggi derjat kita? Maka saat kita diajak untuk berhubungan dan berbicara dengan-Nya kita menjawab seperti itu ??

Bagaimana kalo saat engkau meminta,memohon dan menangis kepada-Nya, Dia menjawab "udah bosen denger do'a antum"

Saat ada yang mengingatkan kita kepada kebaikan. Lalu kita menjawab  "ah dosa gue udah banyak, lagian juga nanti kita di neraka cuman sebentar."Aneh yaa? ada orang sebangga itu dengan dosanya..

Lalu apa bedanya kita dengan orang Yahudi ?

"Dan mereka berkata : Sekali-kali tidak kami akan disentuh oleh api-neraka, melainkan berbilang hari saja" (Q.S. Al - Baqarah : 80 )

Yakin bakalan sanggup di neraka meskipun cuman 1 detik?

Saat ada orang yang mengikuti sunnah rasul, memakai celana cingkrang, bercadar, dan sebagainya..
Banyak dari kita menertawakannya dan mengejeknya.

"Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) mentertawakan orang-orang yang beriman. [Al Muthaffifin:29-33]."

Para ustadz dan ulama yang melawak dengan cara membercandai ayat - ayat Allah agar para pendengarnya tertawa. Lalu yang lebih parah lagi, yaitu saat orang beragam Islam. Mengakui dirinya beragama lain atau bahkan tidak mempunyai agama, hanya untuk sebuah candaan dan membuat orang lain tertawa.Padahal secara tidak langsung mereka telah keluar dari agama Allah.

“Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. [At Taubah:65]

Astaghfirullah :'(

#JLEB

Yuk mari bersama - sama kita beristighfar dan bertaubat  dengan sebenar- benarnya taubat kepada-Nya. Semoga Allah mau memaafkam kesalahan - kesaalahan kita yang disengaja maupun tidak.
Aamiin Yaa Rabbal Alamiin


Wassalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh


-Rahma R. Saraswati-


















*tulisan ini dibuat bukan untuk menyindir siapa pun, tetapi untuk pengingat bagi diri sendiri.