Saturday, May 2, 2020

I am Back Genggs ( Dinamika Organisasi )

Bismillaahirrahmaannirrahiim

Assalamu'alaykum Warrahmatullahi Wabarakatuh :)

Ternyata sudah hampir 2 tahun diriku enggak nge-blog hehehehehe
Ada yang nyariin aku enggak ya???

Okey genggs, jadi selama 2 tahun ini aku emang enggak nulis di blog ini, tapi aku masih tetap nulis kok. But,menulis esai atau artikel - artikel penelitian (ada yang peduli enggak ya??) wkwkwkwk

Gue kan udah pernah cerita yaa di post sebelumnya,  how lucky I am  masuk UNJ pakai beasiswa bidikmisi. Nah,gue sekarang mau cerita nih how lucky I am masuk salah satu organisasi tingkat universitas di UNJ. Selama masuk UNJ kurang lebih ada 3-5 organisasi yang gue ikutin, gue lupa. Beda banget sama dulu pas SMA yang setia banget sama ROHIS. 

Kayaknya gue enggak akan cerita salah satu deh, gue bakalan cerita semuanya aja deh hehehe. Karena setiap organisasi punya cerita dan kenangannya sendiri. Terus buat adik - adik maba UNJ yang lagi bingung nyari organisasi, mungkin salah satu dari organisasiku bisa jadi pilihan. (Sumpah sebenarnya gue gatau mau bikin konten apa intinya gue mau nge-blog, karena sudah lama blog ini tidak terisi di tengah pademi gini pemasukan mengajar sudah terhenti,jadi gue mencoba cari pemasukan dari sini, kenapa enggak jadi youtuber aja? karena bakat gue nulis bukan bikin video dan cari subscriber itu susah sedangkan pengunjung blog gue udah banyak, mau nugas juga bingung karena masih menunggu jawaban dosen, mohon maap gengs aku jadi curhat).

Back to topic,gue tipe orang yang masuk organisasi bukan asal masuk organisasi atau ikut-ikutan teman. Gue termasuk orang yang ngelihat faedahnya gue masuk organisasi itu apa? Gue gamau waktu gue terbuang sia - sia. Manfaat umum yang lu dapatkan dari sebuah organisasi adalah melatih kemampuan softskill, menambah relasi dan juga menambah pengalaman. Itu sudah jelas banget lu mau ikutin organisasi apapun pasti hal tersebut akan lu dapatkan (bukan berarti orang yang gak ikut organisasi itu gak bisa mendapatkan hal tersebut, tetap dapat kok, tapi dengan cara yang lain, tapi semua orang pasti berorganisasi enggak sih?). Tapi tuh organisasi - organisasi yang gueikutin ni banyakan yang gue gatau kenapa gue masuk organisasi ini, jadi banyak yang udah kaya Allah emang takdirkan gue disitu and I feel the benefit of the organization when I am in there .

Oke langsung aja yaa gengs, jadi kebanyakan curhat gue, wkwkwkwk


1. KELOMPOK PENELITI MUDA UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (KPM UNJ)


Ini organisasi pertama gue di UNJ, kalo ditanya kenapa masuk KPM gue juga bingung wkwkwk. Jadi, kan awalnya tuh pas MPA (Ospek) ada pembicara gitu kan. Terus ngomongin PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), salah satu  pembicaranya ada kakak dari KPM, terus karena gue anak bidikmisi wajib banget bikin PKM, terus mikirnya kalo mau bikin PKM harus masuk KPM wkwkwkwk.

Yaudah tuh daftar kan awalnya gue isi pendaftaran online sendiri, gak bareng teman, karena waktu itu belum kenal siapa - siapa. Terus pas daftar online itu ada quotes bagus gitu, gue lupa  quotesnya apa, terus gue update ke Intagram. Eh, ternyata teman SMP gue beda fakultas juga ada yang daftar itu. Terus kita barengan deh buat daftar offlinenya. Walaupun dia sekarang udah gak aktif di KPM lagi.

Singkat cerita gue ikut Orientasi Anggota Baru (OAB), pas pra OAB kan dapat ide tuh buat penelitiam dibagi setiap kelompok,terus ngue kerjain bagian gue, nah karena newbie banget di dunia penelitian gue ngerjain 1 bab itu seharian sampai punggung gue pegal banget di depan laptop. Eh, terus pas dikumpulin banyak salah, banyak yang harus direvisi lagi. Masa - masa pra OAB itu sempat mikir "udahan ajalah, capek, gue juga gak berminat sama keilmahan - keilmiahan gini, dulu waktu SMA disuruh ikut KIR sama teman gue aja gue cabut." Tapi di satu sisi juga mkir "gue udah ngabisin waktu gue seharian, masa nyerah begitu aja? Percuma waktu gue terbuang sia-sia." Akhirnya ku memutuskan untuk lanjut, sampai Hari H OAB.

Saat Hari-H OAB, menjelang penutupan, seorang kakak datang ke gue dan ngomong secara fece to face ke gue "Rahma, kakak ngerekomendasiin kamu jadi ketua angkatan, kalopun kamu enggk kepilih jadi ketua angkatan, tetap jaga teman - teman yaa". Terus kan pemilihan ketua angkatan tuh, calon - calon ketua angkatan dikumpulkan, lagi-lagi dapat pesan,intinya "jaga teman - teman kalian yaa".FYI, OAB KPM itu enggak ada senioritas kok itu cuma kaya memperkenalkan kita gimana caranya penelitian gitu aja.

Habis OAB,ada satu kepanitiaan yang wajib banget diikuti oleh para anggota baru, yaitu RUAT. Nah, sebelum RUAT kan pembentukan panitia yaa, terus semua calon ketua angkatan dikumpulkan sama sekum KPM waktu itu, yang juga merupakan ketua angkatan di angkatannya, lagi - lagi dikasih pesan "jaga teman - teman kalan yaa".Terus, pas RUAT gue jadi koor Perkap, yang namanya organisasi pasti ada dinamikanya, disitu mulai ngerasain dinamikanya.

Habis RUAT, Oprec Pengurus, nah disini bingung mau daftar apa enggak, soalnya kaya udah capek gitu, tapi lagi - lagi pikiran "masa sudah sejauh ini, nyerah gitu aja? terus pesan kakak - kakak gimana?" Terus poin pentingnya adalah "sayang udah bayar uang pendaftaran sampai lebih dari 100k, cuma dapat capeknya aja." wkwkwk.

Yaudah ikut oprec, awalnya mau daftar divisi P2P atau P2EK. Karena, kedua divisi itu gak ada di organisasi lain. Tapi, akhirnya pilih Biro Logistik dan PSDA. Soalnya, ada kakak yang bener - bener menginspirasi gue, gue banget ikut jejak dia, dulunya dia di PSDA dan Kestari (sebelum terpecah jadi biro logistik, pustaka, dan kestari). Yaudah gue pilih itu wkwkwk.

Lalu, ditempatkan di biro logistik yang tugasnya jagain barang - barang di KPM, yang harus always stay in secret, tapi karena satu dan lain hal jadi gabisa always stay, cuma often stay aja. Di tahun pertama sebagai  pengurus, belajar banyak banget, dapat banyak ilmu tentang penelitian dan akhirnya gue nemuin bakat gue selama ini yaitu menulis, buka menulis sastra tapi lebih ke menulis hal - hal yang berbau ilmia.  Di tahun pertama juga dapat hidayah untuk kesekian kalinya. Ada salah satu kakak yang sering banget ngajakin diskusi baik tentang penelitian maupun agama. Yang akhirnya bikin pemikiran - pemikiran gue terbuka.Disini diajarkan "learning by doing" , belajar dengan melakukan bukan hanya dengan melihatatau mendengar saja. Ohiya, selan itu, salah satu keuntungan often stay in secret yaitu banyak kenal alumni, banyak dijajanin wkwkwk.

Bohong kalo ikut organisasi kalo gak ada dinamikanya, oh tentu ada. Di tahun pertama ini, gue mendapat peran sebagai adik yang manja, yang suka minta temenin, suka minta jajanin,yang suka banget nangis kalo permintaanya enggak diturutin. Ohiya, di tahun pertama gue juga akhirnya bia berhasil meraih mimpi gue buat pergi ke Jepang (buat yang mau tau ceritaku di Jepang bisa buka http://rahmarosalianas.blogspot.com/2018/07/jepang-dengan-segala-perjalanannya.html)

Singkat cerita, memasuki tahun kedua, karena sudah lelah menjadi biro logistik, akhirnya mendaftarkan diri di divisi P2P dan PSDA(gatau kenapa wkwkwk, seinget gue cuma karena gue udah menelan banyak banget ilmu keorganisasian di tahun peertama, gue pengen banget belajar penelitiannya, tapi gak nyambung juga sih wkwkwk). Akhirnya, jatuhlah aku di biro Ekonomi Kreatif (biro lagi wkwkwk). FYI, biro ekonomi kreatif adalah biro yang tugasnya mencari uang hahaha.

Di tahun kedua, badai dan dinamikanya semakin kencang. Di tahun kedua mendapatkan peran sebagai kakak, jadi gak boleh cengeng lagi. Seinget gue cuma, dua kali gue nangis selama satu kepengurusan ini. Ohiya, kalo tahun pertama diriku banyak belajar, maka di tahun kedua banyak mengajarkan, dan semakin banyak gue mengajarkan semakin banyak gue belajar, maka semakin banyak pula prestasi yang gue raih. Lalu, pada akhirnya diriku teringat saat wawancara pengurus di tahun pertama, "kenapa mau daftar pengurus?" "mau belajar bang" "kalo sudah belajar?""mengajarkan". 

Mungkin ini waktunya mengajarkan ilmu - ilmu yang telah didapat. Betapa berhaganya sebuah ilmu,dia tetap mengalirkan pahala bagi si empunya walaupun si empunya telah terkubur di dalam tanah.

Tiba akhirnya,di tahun ketiga, lagi dijalanin guys. Sekarang gak milih tapi dipilih. Jadi, Kadiv P2P, tugasnya ngurusin penelitian orang lain, tapi gak boleh melupakan penelitian sendiri. Sekarang berperan sebagai ibu dengan 12 anak wkwkwk. Ada perasaan cemas sih karena sebelumnya di biro yang cuma ber-4, sekarang di divisi yang ber-13. But, kalo kata orang - orang kepedean gue sudah over jadi pede aja bisa wkwkwkwk. Emang nyatanya bisa kok (tuh kan kepedean lagi wkwkkw). Baru memasuki triwulan pertama sih, jadi gak banyak yang bisa diceritain, palingkita lagi pada kebingungan karena corona. Ohiya, kalo di tahun pertama belajar, di tahun kedua mengajar, maka di tahun ketiga mengamalkan. Bagaimana kita mengamalkan ilmu yang kita dapat, bukan hanya teori belaka, tetapi benar - benar diaplikasikan. Karena dengan diaplikaiskan ilmu akan menjadi lebih bermanfaat.

I think is enough about KPM UNJ, intinya dengan mengikuti organisasi ini kalian bisa mendapatkan keterampilan di bidang penelitian dan keilmiahan. Buat yang mau tau lebih tentang KPM UNJ bisa buka http://www.kpmunj.org/ . Kalo kalian mau baca hasil - hasil penelitian KPM bisa baca di http://ejurnal.kpmunj.org/index.php/risenologi . Buat yang nanya - nanya contoh esai Insyaa Allah akan aku post setelah ini yaa. 



2. LEMBAGA LEGISLATIF MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA (LLMP Pendidikan MAtematika)


Are you remeber about kakak KPM yang sangat menginspirasiku sampai aku daftar jadi biro logistik dan PSDA. Beliau juga menginspirasiku untuk daftar lembaga legislatif, padahal sebelumnya gue sangat - sangat tidak berminat ikut lembaga legilatif. Jadi, pas gue jadi panitia RUAT gue baru tau ternyata beliau juga anak lembaga legislatif. 

Yaudah gue coba daftar PKMP terus ikut sampai selesai. Sesuai rencana awal, mau daftar legis tapi kan waktu pengambilan berkasnya terbatas kan ya terus bentrok sama kelas. Hingga di hari terakhi kan gue mau ambil berkas, gue nanya ke kakaknya diamana katanya di lantai 5, gue sudah kelantai 5 gak ada orang sama sekali, ternyata salah gedung guyss gue ke lantai 5 GHA ternyata gue baru ngeh beberapa hari kemudai yang dimaksud itu lantai 5 GDS  (namanya juga maba kan ya wkwkwk).

Terus, karena hal terebut gue udah nyerah, yaudahkah gajadi anggota legis. Terus gue sampai bialng ke teman gue sia - sia ikut PKMP gajadi iku legislatif, terus disuruh masuk BEM tapi gue gamau. Hingga akhirnya ternyata ada perpanjangan guyss, cuma gue kaya udah malas gitu, jadi kaya yaudahlah gausah daftar. Sampai akhirnya gue ketemu dengan salah satu kating, yang saat itu menjabat sebagai anggota LLM di kamar mandi,dia bertanya memintaku untuk daftar LLM. Kakaknya gabisa lanjut LLM dan dia menjabarkan beberapa penjelasan yang akhirnya membuat gue harus daftar LLM. Lalu, akhirnya jadilah gue daftar LLM.

Then, setelah disumpah dengan Al - Qur'an akhirnya diriku resmi menjadi anggota LLM. Setelah itu,  rapat koordinasi, rapat koordinasi tuh buat nentuin kita menjabat sebagai apa. Lalu, aku mendapatkan amanah sebagai bendahara, ketua komisi v, dan kepala badan legislasi. banyak ye? wkwkwkk

Jadi, kita itu cuma berenam guys, makannya rangkap jabatan gitu. Lalu, awalnya LLM itu kan serumpun terus dipecah jadi prodi. Nah, jadinya kita ber-6 itu angkatan pertama di LLMP dan kita harus mengawasi kakak - kakak tingkat guys. Alhamdulillah kating-katingnya baik mau dengerin pendapat kita, walaupun yang namanya senior ke junior pasti ada sedikit rasa ego. Selisih pendapat dengan badan eksekutif sering banget terjadi,but it's okey. Di tahun pertama banyak belajar gimana caranya bernegosiasi, bagaimana caranya mendapatkan win win solution. Dinamikanya lebih banyak dinamika eksternal karena alasan tadi, kita newbie and we must controlled kakak tingkat wkwkwk. 

Di tahun kedua, kita punya adik, yang tadinya ber-6 jadi ber-15. Dinamika yang terjadi lebih banyak dinamika internal, karena lingkarannnya semakin besar maka hubungannya semakin renggang. Selama dua tahun di LLM diriku berperan sebagai Mama,yang kalo kata mereka Mama yang galak wkwkwk. Di tahun kedua ini ngerasa kaya kembali ke momen saat jadi Kaput Rohis dulu sih, karena gue juga jadi emak yang galak katanya wkwkwk. 

Pelajaran penting yang gue dapat sebagai anggota legislatif adalah ternyata enggak mudah jadi anggota legislatif tingkat prodi, apalagi tingkat Indonesia. Disini gue paham banget kenapa anggota DPR itu kerjaannya tidur pas rapat, karena capek coy ngomongin undang - undang, pusing, yang tingkat prodi aja kalo bikin kebijakan harus mempertimbangkan banyak pihak,misal per angkatan atau per kelas, apalagi setngkat Indonesia. Itu baru dari fungsi legislasi belum lagi fungsi anggaran dan penngawasan, kalo kalian nonton film sexy killer dimana ada anggota legislatif yang marah -marah ke salah satu kementrian kalo enggak salah,  disituah peran kami menyampaikan aspirasi rakyat. Terus udah capek -capek memperjuangkan rakyat, rapat berhari - berhar bikin undang - undang yang terbaik, terus didemo sama rakyatnya. Huftt sedih , gak memebela mereka sih ada juga oknum anggota DPR yang salah, tapi banyak yang benernya kok.

Jadi inget salah satu pesan Rasulullah, kita harus tetap taat sama pemimpin selama pemimpin itu masih tetap melaksanakan shalat walaupun pemimpin kita sudah berbuat zhalim sama kita.  Buat yang mau tau tentang LLMP Pendidikan Matematika bisa follow IG @llmpenmat_unj.


3. LEMBAGA DA'WAH FMIPA MASJID ULUL ALBAB (LDF MUA)

Namanya sekarang sudah ganti gengs jadi LDUA (Lembaga Da'wah Ulul Albab), kenapa masuk MUA?? Simpel, karena gue dulu anak Rohis, sayang aja enggak lanjutin. Pas mau masuk sini ceritanya sama kaya masuk LLMP di detik - detik terakhir,sempat kaya yaudahlah gausah daftar, eh tapii Allah malah nunjukin untuk tetap daftar.

Di LDUA diriku masuk ke departemen Qur'an Center,PJ FMIPA MENGAJI, dinamikanya sih sebenarnya karena jumlah orangnya banyak banget satu kepengurusan ada 90-an dan kita tidak punya sekret, jadi tu yang bikin mungkin antar pengurus enggak kenal satu sama lain, cuma kenal yang satu departemen aja. Tapi, kalo setiap ngumpul bikin aku merinding, karena banyak banget orangnya jadi ngerasa kaya, ternyata gue dikelilingi sama orang - orang shaleh lhoo.

Terus di LDUA ada proker gede banget namanya SISKOM, kaya tafakur alam gitu, itu sudah bertahun - tahun lebih tua daripada umur gue. Di situ gue diamanahkan sebagai bendahara SISKOM. Dua kali menghadiri SISKOM, selalu aja nangis. Terus, yang palng mencengangkan dalah keuangannya sih, sebenarnya sudah terbiasa di Rohis itu uang yang awalnya defisit pas acara selesai jadi surplus. Cuma in tuh surplus banget - banget - banget wkwkwk.

Mungkn karaena disini cuma satu tahun jaid gak banyak ceritanya kaya cerita - cerita sebelum-sebelumnya. Tapi sumpah kakak - kakaknya baik banget, apalagi korwat ku dan kakak bendahara aku, mereka berdua kan angkatan 2016 yaa, It's mean selesai kepengurusan itu mereka yang akan jadi BPH jadi kaya merasa bersalah gitu ninggalin mereka. Pas selesai muktamaar aku tiba - tiba nangis, padahal yang lain enggak, gatau kenapa, terus kedua kakak itu yang nyamperin aku dan peluk aku :"(

Benefitnya apa ikut organisasi ini? Hahaha gausah djelasin masih dengan alasan yang sama kenapa harus ikut Rohis (baca selengkapnya di http://rahmarosalianas.blogspot.com/2016/06/my-rohis-my-adventure.html ). Ohiya, buat kalian yang mau tau lebih tentang LDUA bisa follow IG nya di @ululalbab.unj.


4. Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM UNJ)


Apasih MTM UNJ? Majelis ta'lim??

Tentu tidak kawan, MTM UNJ itu lembaga legislatif mahasiswa tingkat universitas. Bedanya apa dengan LLMP? Kalo diibaratkan Indonesia LLMP itu kaya DPRD dan MTM UNJ itu kaya DPR RI.

Terus kenapa masuk MTM?Kan udah masuk LLMP?

Karena kalo aku tidak masuk MTM, maka tidak ada yang mewakili suara prodi Pendidikan Matematka di tingkat Universitas. Bisa dibilang gue ini prematur masuk MTM, kebanyakan yang masuk MTM itu mahasiswa - mahasiswa tahun ke-4. Tahun ke-3 ada tapi gak banyak. Apalagi tahun ke-2. Kenapa gue tahun ke-2 sudah masuk MTM? Karena yang sudah disebutkandi awal kita gak punya kating di bidang legislatif. Jadi, yang masuk MTM tahun 2018 fraksi pendidikan matematika itu kakak - kakak angkatan 2014 dan yang masuk MTM tahun 2019 fraksi pendidikan matematika yaitu aku, angkatan 2017. Loncat 3 tahun guyss. Bukan karena kaderisasinya jelek, tapi karena pemecahan dari rumpun jadi prodi.

Dari semua organisasi yang gue ikutin, gue ngerasa dinamikannya paling pecah disini sih. Dikarenakan disini tuh sudah bener - bener beda kultur banget orang - orangnya. Kalo di KPM walaupun tingkat univ kulturnya masih sama,karena emang kita punya pemikiran yang sama. Tapi, kalo di MTM emang beda kulturnya dan kita membawa aspirasi dan nama baik daerah yang kita wakili, istilah gampangnya kalo di DPR RI orang batak, orang madura,orang jawa, dan lain - lainnya pada bertemu. Nah, kalo MTM orang - orang dari fakultasnya masing - masing bertemu. Tapi gue sangat - sangat salutsama ketua MTM gue sabar banget, tapi buakn orang - orang menyepelekan beliaumalah hormat banget sama beliau. Kalo pada ribut dia cukup ketuk palu dan bilang "ini dalam sidang" semuanya pada diam.

Disini karena kau angkatan termuda, lalu di angkatan aku juga perempuannya yang aktif cuma 2 orang banyakan cowoknya, jadi aku kaya adik lagi disini hehehe. Ohiya, walaupun budayanya berbeda - beda tapi mereka punya prinsip yang sama, senangnya aku tuh karena mereka selalu mengingatkan aku, kaya jangan pulang malam - malam, terus kalo ada perempuan sendiri di sekret cowoknya pada keluar.Jadi, perempuan - perempuannya itu sangat menjaga drinya dan para lelakinya sangat menjaga perempuannya. Btw, menurut gue cowok - cowok MTM itu good looking semua (astaghfirullah ukhti) dan cewek - cewek MTM itu sejuk - sejuk dipandang semua hehehe. Khusus untuk tahun 2019 yaa wkwkwkwk. Aku sayang banget dah sama kakak - kakak dan abang - abang MTM 2019.

Ohiya,kalo di prodi itu gue banyak banget dapat ilmu tentang legislasi, maka di univ ini banyak banget dapat ilmu tentang aspirasi dan budgeting. Terus lebh mendalam juga ngomongin isu - isu legislatif nasionalnya. Kalo di  prodi lebih kaya ngomongin isu legislatif secara umum. Jadi, kalo lu mau jadi anggota DPR,sangat - sangat gue sarankan untuk ikut MTM UNJ, karena itu bener-bener kaya miniaturnya DPR RI. Untuk kalian semua yang maba gabisa langsung masuk MTM UNJ, ada syarat - syaratnya. Nahh, buat kalian yang mau tau tentang MTM UNJ bisa follow IG nya @mtmunj_official


5. Lembaga Pengkajian Bahasa Arab dan Islam (LPBAI) Nyantrend UNJ


Okey,this is the last. Jadi begini kawan - kawan, walaupun aku sudah tidak ikut MUA, tetapi aku butuh banget penjagaan dan akhirnya aku memutuskan untuk ikut nyantrend. Apa bedanya Nyantrend dengan MUA? Sebenarnya sama aja cuma kalo Nyantrend itu tingkat universitas kaya LDK sedangkan MUA itu tingkat fakultas.

Lalu, apa bedanya dengan LDK? Dari namanya saja sudah terlihat bedanya, Nyantrend fokus ke  pengkajian bahasa Arab dan Islam. Selain itu, kalo ngumpul sama teman - teman nyantrend, sesuai dengan namanya, iya berasa kaya lagi di pesantren. Apalagi banyak banget teman nyantrend yang tinggal satu asrama. Walaupun aku tidak,jadi pas main ke asrama iya berasa kaya lagi di pondok gitu hehehehe

Dinamikanya di Nyantrend itu, sama kaya organisasi - organisasi sebelumnya sih. Terus kegiatan nyantrend itu ada tahsin dan kajian ilmah  setiap pekan, daurah Ramadhan tapi tahun ini tidak bisa diadakan karena pademi, dan Kuliah Umum. 

Ohiya, aku di Nyantrend sebagai divisi ekonomi yang tugasnya berjualan, buat teman - teman yang mau cari baju - baju syar'i bisa follow IG @nyantrend.store dan buat teman - teman yang mau tau lebih tentang nyantrend bisa follow IG @nyantrend_unj.


Sekian ceritaku tentang organisasi - organisasiku, sebenarnya ada 4 lagi guys tapi yaudah bukan organisasi tapi forum gitu (tapi jatuhnya organisasi juga sih wkwkwk), yaitu forum PMW (Program Mahasiswa Usaha @forumpmw_unj) dan forum Bidikmisi (@fbmunj_official) , tapi aku enggak jadi pengurus, jadi kurang tau dinamikanya kaya gimana, jadi karena gue ikut PMW dan Bidikmisi jadi otomatis gue anggota forum tersebut. Terus 2 lagi forum mawapres, forum mawapres UNJ (@mawapresunj) sebagai staf divisi logistik dan forum mawapres FMIPA UNJ (@mawapresfmipaunj) sebagai staf divisi acara. Tapi, karena baru 2 bulan disana jadi belum bisa banyak paling nanti aku akan cerita di post selanjutnya tentang dinamika menjadi mawapres bukan forumnya hehehe.

Terima kasih guyss, sudah mau membaca ceritaku yang panjang sebenarnya emakin kebawah bukan semakin sedikit cerita yang bisa diceritain tapi karena gue sudah ngantuk dan pegal wkwkwk, lalu mohon maaf buat teman -teman yang sudah komentar ceritaku enggak aku balas. Seriously, setelah 2 tahun baru buka blog lagi dan rasanya kalo balas sekarang itu kaya telat banget.  

Wednesday, July 25, 2018

Jepang dengan Segala Perjalanannya

Pada siapa kau akan kembali ketika orang memandangmu hanya dari sudut  pandang yang mereka inginkan saja? Padahal, pada saat yang sama kau sedang menyembunyikan banyak cerita dan belajar menyimpaan rasa  sakit, keluh dan kesulitan – kesulitan dalam  hidupmu yang sekarang kau tutup rapat – rapat.
.
Pada siapa baiknya kau utarakan impianmu yang panjang ketika ukuran keberhasilanmu menurut orang masih jauh dari materi dan gengsi semata? Padahal, pada saat yang sama kau sedang sibuk berbahagia untuk impian – impianmu yang kau capai satu per satu, sekalipun tak ada kawan – kawanmu yang mengetahui, karena ukuran kalian berbeda. Sekarang ini, kebahagianmu sederhana, mengulas senyum – senyum bahagia di wajah orang -  orang yang kau sanyagi.
.
Pada siapa kau harus tetap berharap dan terus percaya? Ketika makhluk-Nya sedang sibuk dengan makhluk lainnya atau bahkan mengkhianatimu. Pada siapa kau temukan beribu alasan untuk selalu bangkit dan terus maju?
.
Allah. Karena pada – Nya, tidak hanya celah untuk  menyerah dan hanya kepada-Nya lah kau berserah
.
-  Taufik  Aulia dalam “Sabar dan Syukur Tanpa Tapi” dengan sedikit tambahan -


Beberapa tahun lalu

Detektif Conan adalah komik terfavoritku kala itu. Hampir semua seri bukunya pernah ku baca baik online maupun offline. Semua seri Detetif Conan The Movie juga  ku download dan ku tonton. Bahkan blog ku juga diisi dengan tema bernuasakan Detektif Conan. Menurutku komik ini cerdas, melalui komik ini pengetahuan ku bertambah dengan cara yang tidak membosanan. Karena komik ini pula aku ingin sekali pergi ke negeri Sakura, alasannya sederhana hanya ingin bertemu Aoyama Gosho, sang pembuat cerita.

Maju sedikit, usiaku bertambah, alasan ku ke Jepang bukan lagi untuk bertemu Aoyama Gosho, tetapi untuk berkuliah di sana. Semangat itu semakin menjadi ketika mendengar  ada kaka kelas mendapat beasiswa di sana. Beberapa seminar tekait perkuliahan di Jepang ku ikuti, lalu ku tempel brosur itu di dinding kamarku. Aku juga mengkuti Japan Club waktu itu di sekolah. Tapi nampaknya Allah lebih menyukaiku berjuang  di Rohis. Lalu, akhirnya ku tuangkan mimpi - mimpiku dalam bukuku bahwa suatu hari nanti aku akan pergi kesana.


Seiring berjalannya waktu, keinginan itu memudar, pikiranku lebih realitis. Do’a ku pun berganti tidak lagi ingin ke negara itu. Di penghujung kelas 12 pintaku hanya satu, Allah memasukan ku ke universitas terbaik, jurusan terbaik, dengan cara yang  terbaik.

Maha Besar Allah memasukan aku ke Pendidikan Matematika, FMIPA, UNJ. Baru  sampai saat MPA saja, ku sudah jatuh cinta. Memasuki fakultas yang lebih mirip pesantren ini. Lalu, yang aku tidak habis pikir sampai sekarang adalah Allah menjalankan kakiku untuk daftar memmasuki organisasi Kelompok  Peneliti Muda UNJ, padahal sejak SMA aku tak suka dengan hal yang berbau ilmiah. Pernah diajak untuk ikut KIR ku malah kabur, saat praktek aku sudah pusing duluan, teman – temanku yang berkerja, sedangkan aku hanya bagian tulis menulis.

Beberapa hari sebelum Ramadhan

Frustasi! Itulah hal yang aku rasakan saat itu. Melihat soal UTS yang amat sulit, hampir semua  jawaban di soal UTS ku ngarang bebas, padahal soal UTS ku berhubungan dengan matematika yang sejatinnya tidak bisa dikarang, yang penting diisi, kataku kala itu.

Wajar sih bila sulit, karena diriku belajar cuma menjelang UTS saja. Di kelas ku kerjaanya tidur terus, sedangkan di waktu kosong sibuk berorganisasi, berprestasi dan diskusi. Kemenanganku atas dua perlombaan essay nasional membuatku  menjadi semangat untuk terus berkarya, ajakan berdiskusi untuk membuat essay juga datang. Padahal tadinya aku berencana jika selesai waktu liburan maka stop dulu berkaryanya.

Namun, ada salah satu diskusi yang datang dari kakak kelasku  yang menyita banyak waktuku. Merasa tertarik dengan beberapa pembahasan yang dia bahas, merasa menemuan diriku yang hilang karena kesibukan kuliah kala itu. Mengingatkanku pada masa indahnya berjuang bersama dia, saudara seperjuanganku di kala SMA. Namun sayang, mungkin di antara hal – hal baik tersebut tersimpan niat yang tidak lurus. Sehingga, pengumuman - pengumuman yang ku nanti bukan lagi yang ku nanti.

Hingga sampai pada satu titik jenuh dan lelah, lalu dimana Allah berkata, “Sudah dulu dunianya. Apa yang kamu cari? Hal – hal duniawi akan selesai dengan kematianmu, niatmu awalnya emang baik, tapi apakah sampai sekarang masih tetap baik?”

Dengan itu, aku melepas beberapa hal terkait duniawi, lalu kembali mencari ilmu dam kembali menata niat agar tetap lurus.

11 Ramadhan 1439 H

Di bulan Ramadhan kali ini, sedang berusaha untuk mengurangi intesitas penggunaan HP. Mencoba membuka HP hanya di sore hari. Tapi, saat ku membuka HP kali ini ada kabar yang berbeda. Bukan kabar mengenai rapat, bukan juga info kelas, kabar kali ini mengenai abstrak yang dikirimkan oleh aku dan teman – temanku lolos untuk diperesenntasikan di Jepang.

Saat itu rasanya Allah menjawab semua do’a ku, bahkan do’a yang sudah aku lupa bahwa aku pernah memintanya. Benar saja, kalimat yang menyatakan kejarlah akhirat, biar urusan dunia, Dia akan berikan yang tebaik. Allah menjawab janji-Nya bahwa,

“siapa yang menolong agama Allah, Allah akan menolognya”.

13 Ramadhan 1439 H

Tidak banyak, hanya beberapa kata yang ku ingat dari Ustadz Nuzul Dzikri, “Win to Win ”. Menangkanlah keduanya. Jika tidak mampu, maka cukup sedikit saja kau tingalkan dunia karena Allah. Seketika diri ini sadar, kabar kemarin itu anugrah, ujian, atau  istidraj?

Selepas Ramadhan

Perlahan sudah tak ada keinginan untuk pergi ke sana. Mengingat keuangan yang semakin menipis dan amanah yang semakin menebal. Tetapi, rasa bangga dan bahagia kedua orang tuaku tak mungkin ku hapus dan digantikan menjadi rasa malu. Maka, mulailah ku berusaha mencari dana. Dari mulai bersedekah, berharap menang lomba essay, dan mengajukan proposal donasi.

Hmm, bersedekah? Ku rasa itu baik! Bukankah Allah akan melipat gandakan harta hamba-Nya yang senang bersedekah? Tapi kalo niatnya tidak lurus?

 Berharap menang lomba, tapi lagi – lagi Alah menunda kemenangan.Mengajukan proposal donasi? Baru saja ku mengajukan proposal donasi ke salah satu temanku, Allah sudah menegurku melalui kata – kata abangku.

“yang menurut kamu halal, belum tentu  menurut aku halal, kita gak boleh meminta – minta Rahma!”

“Rahma  enggak minta – minta Bang! Rahma juga tahu itu gak boleh.”

“Lalu itu apa namanya? Bukan berarti kamu kenal dia terus dengan ngomong begini dan begitu lalu dia memberikan uang, bukankah itu sama saja dengan meminta –minta?”

Ditengah kebingungan, diriku bercerita dengan abangku yang lain.

“Saya masih bingung terkait dengan itu, tetapi dari yang saya baca itu tidak boleh, coba kita sama – sama cari dan baca, kalo kamu ketemu bilang saya. Tapi,  jangan karena hawa nafsu lalu ada satu dalil yang menyatakan itu boleh kamu mengabaikan dalil yang lainya.”

Akhirnya ku putuskan untuk tidak mengajukan donasi lagi dan berdo’a semoga Allah mudahkan jalan ini untuk kebahagiaan orang tuaku.

Sambil  menunggu ku bongkar salah satu celenganku, celengan yang ku simpan sejak satu tahun lalu untuk bekal S2 dan untuk membeli rumah impianku. Selain itu, ku coba untuk mencari pinjaman ke Bibiku. Pinjaman sudah di dapat, tetapi pemesanan tiket pesawat selalu saja gagal, kakakku, Si Mami Sekum, berjuang sedemikian rupa agar tiket pesawat kami bisa di booking, transfer kesana dan kesini mencoba segala bank dan atm, sekalinya bisa atm lupa pin, sampai – sampai atm abangku ke blokir. Pusingnya  bukan main UAS dan beberapa amanah sampai keteteran karena ini. Tapi, pada akhirya Allah menyelesaikan masalah ini tepat waktu, bersamaan dengan batas waktu minimal pembuatan visa.

Saat pembuatan visa, aku dan temanku yg kehabisan kuota kebingungan mengenai jalan menuju kesana. Lalu, Maha Baik Allah mempertemukanku denga teman sekelasku  yang dengan baiknya memberikan tathering kepadaku.

Tidak hanya itu, tidak lama dapat kabar untuk menjadi salah satu  pengajar di bimbingan belajar yang berada di dekat rumah. Lumayan untuk mencicil pinjaman. Lagi – lagi Allah menjawab janjinya.

Cobaan tiada henti Allah berikan kepadaku, menjelang hari keberagkatan kakiku kencengklak hingga sandalku harus jebol lagi untuk yang ketiga kalinya  dalam satu bulan. Untungnya, sakit ini dapat sembuh dalam   waktu  beberapa hari saja.

Ternyata kencengklak ini  mengingatkanku bahwa diriku beum punya sepatu untuk konferensi nanti, mengingat sepatuku pada jebol akhir – akhir ini. Hmm tidak  hanya sepatu, ternyataa pas diriku cek koperku juga rusak. Ahirnya ku memutuskan meminjam sepatu dan koper temanku, karena untuk membeli ku tak mampu. Iya! Semuanya pinjaman, dari mulai uang, sepatu sampai koper.

D- 1

Dimulai dengan UAS ALPROG dari jam 8 -  jam 2. Jadi TIPE di daftar ulang maba. Lalu menunggu kakak Si Mami Sekum sambil sedikit bercerita kepada abangku tentang kabar semalam yg menghantui pikiranku.

Hmm, perjalanan menuju bandara cukup macet. Untungnya kami datang ke bandara tepat waktu.

Pertama kali naik pesawat, alhamdulillah lancar, katanya sih ini maskapai nomor 1 di dunia dan bersyukurnya aku lagi dapat tiket promo jadi harganya murah banget.

Awalnya perjalanan menuju singapura, perjalanan cuma 2 jam dan dapat makan juga. Jadi enggak berasa. Ohiya di Bandara Changi Singapura ada musholla, mushollanya juga enak banget. Enggak cuma musholla disana juga ada ruang meditasi.

Perjalanan dari Singapur ke Hiroshima, juga menyenangkan dengan makanan yg cukup mewah. Meskipun ada yang tak sesuai lidah.

Day 1

Kami melakukan shalat shubuh di pesawat, mungkin karena penyesuaian  tekanan yang ada, hidungku mengeluarkan darah dan itu baru ketahuan pas diriku mau mengambil wudhu untuk shalat shubuh. Sampai di bandara Hiroshima jam 9 waktu Jepang. Setelah itu, kami naik bus dari bandara ke terminal bus, pemandangannya sangat indah ada gunung - gunung nan hijau seperti di puncak, Bogor.

Dari terminal bus  kami naik trem menuju miyajima. Lalu naik fery ke  pulau. Hari pertama semua masih berjalan sangat lancar. Pulau Miyajima seperti Pulau Tidung di mataku. Tidak ada kesan ataupun kesusahan yg kami dapat.

Hanya saja kami harus menyesuaikan diri dengan suhu panas yg ada di Jepang yang panasnya melebihi Jakarta

Day 2

Sambil menunggu waktu check in di hotel yg berada di Saijo. Kami memilih untuk belanja di Handori. Sejenis seperti blok M atau Kota Tua di Jakarta. Nah, karena hari sudah siang dan teman - temanku sudah pada kelaparan, kita memilih untuk mencari makan terlebih dahulu. Disinilah mulai perdebatan antara aku dan salah satu temanku mengenai perkara makanan halal dan haram.

Tidak hanya itu, kamu juga sempat kebigungan terkait shalat. Mencari tempat shalat sangatlah sulit, hingga kami menjama' qashar shalat dzuhur dan ashar mepet bahkan memasuki maghrib.

Nah, karena tidak ada ruang shalat kami shalat di pojokan stasiun dan pas di depan Mc. Donald. Lalu setelah kami selesai shalat kami baru menyadari jika vending machine di hadapan kami ini bukan vending machine melainkan adalah tong sampah.

Hmm, hari ini aku belajar banyak. Bahwa, Ilmu Fiqih ku belum seberapa. Masih harus banyak belajar lagi. Mengenai makanan halal dan haram, bahwa sejatinya pembeda antara makanan halal dan haram bukan hanya ketiadaan kandungan babi ataupun alkohol tetapi juga mengenai proses pembuatannya. Bahwa, daging yg tidak disembelih tanpa membaca bismillah adalaha haram. Bahwa makanan yg didapat dengan cara yg haram adalah haram.

Mengenai tatacara berwudhu, membedakan mana yg sunnah dan wajib aja kadang lupa. Membedakan kapan seharusnya kita bertayamum dan sebagainya.

Terakhir, terngiang di kepalaku kata - kata dari abangku.


" Saat iman di uji. Solat berdiri malu, solat duduk ga boleh."

Tidak hanya itu, kakakku juga mengirimkan pesan agar aku jangan lupa setoran hafalan. Padahal dia juga belum setoran hehehe.

Selesai shalat kami melanjutkan perjalanan ke Saijo, pas kamu mau naik kereta JR ternyata karena ada longsor tidak bisa diakses jalan disana. Dan kami harus menaiki shinkansen, sayangnya harga shinkansen cukup mahal dan uang kami pas - pasan.

Hmm, daripada  tidak ada kendaraan akhirnya kami tetap memutuskan naik shinkansen. Benar kata orang-orang keretanya amat cepat. Hanya 14 menit kami di kereta sudah sampai tempat tujuan.

Lalu, kami melanjutkan menginap di Saijo. Mungkin karena kecapekan, aku agak kurang enak badan dan flu.

Day 3

Waktunya konferensi, tapi badanku semakin tidak enak. Bahkan hidungku mengeluarkan darah yg amat banyak. Padahal sebelumnya aku belum pernah mengalami hal ini.

Rasanya aku ingin istirahat saja di penginapan. Tapi, jika tidak datang ke konferensi sia - sia sudah usahaku selama ini. Mungkin ini adalah cara Allah menghapus dosaku karena banyak sekali kesalahan yg kulakukan kemarin.

Lalu, pas aku cek HP. Ada pesan dari abangku, dia mengirim link tentang jimat - jimat di Jepang. Padahal, aku sudah membeli salah satunya.

Dari sini aku semakin belajar untuk kita sebagai seorang muslim seharusnya bersikap wara' (hati - hati) dalam melakukan sesuatu.

Awal pagi sudah dimulai dengan cukup lumayan baik. Lalu kami berjalan menuju hiroshima univesity untuk konferensi.

Rangkaian awal acara adalah keynote speaker. Pembicaranya adalah satu petinggi JICA, salah satu perusahaan yg bikin MRT di Indo dan Direktur PT. Rekayasa Indonesia.

Mereka keren, tapi karena diriku gak enak badan dan ngantuk banget jadi ku tak terlalu mendengarkan mereka.

Lalu, saat presentasi dimulai, awalnya deg - degan sekali, apalagi pesertanya rata - rata S2, and I am Maba S1, kami dibagi berdasarkan kategori dan aku termasuk kedalam Edu (Pendidikan). Tapi, ternyata pas masuk kedalam ruangan. Dan setiap peserta maju, It's just like presentasi di dalam kelas.

Terus serunya lagi, itu lebih kayak diskusi gitu, enak banget saling memberikan masukan satu sama lain. Tidak berasa kompetisi. Jadi, sama - sama niatnya hanya untuk menuntut ilmu.

Bahkan, pas sudah selesai ada bapak yg ngajak ngobrol aku dan tim edu lainnya dari kampusku. Dia memberikan masukan banyak banget mengenai presentasi kita.

Pokoknya diantara semua pengalamanku di Jepang, ini yg paling seru dan gak sia - sia perjuanganku selama ini, dan pengalaman ini tidak bisa dibeli pakai uang sama sekali.

Benar perkataan ketumkuh,


" you can earn money anytime, but you can't turn back time."

Meskipun pada akhirnya aku enggak dapat best presenter, pengalaman ini tidak dapat terbayar dengan sertifikat atau mendali apapun.

Day 4

Perjalanan kembali menuju hiroshima, awalnya kami saat mau ke hiroshima mau menukar uang dulu ke money changer, karena uang yen kami telah habis. Kebetulan kemarin kami melihat money changer pas mau berangkat ke hiroshima university, eh tapi selama kita berjalan tapi kok gada money changernya, lalu kami coba ke atm yg ada visanya. Tapi atm ku di tolak. Untungnya kami berjumpa dengan teman kami yg lain, lalu kakaku meminjam uang ke kakakku yg lain tapi tetap saja pas - pasan.

Di saat kakakku sedang memesan tiket, AA ku yang kebetulan kita beda rombongan, jadi baru ketemu waktu itu berbisik - bisik.


"Rahma, duit lu kurang? Mau minjem enggak? Duit gue masih banyak nih!"

Beuh, iya tidak mungkin ku tolak. Karena kasihan juga kakakku si Mami Sekum harus membayarkan biaya salah satu dari kami. Tapi lucu kalo diingat - ingat, ketika mami uangnya habis, minta sama AA. Terus abangku yg lain, si Mas Mbul sudah menjanjikan ketoprak kalo kami sudah tiba di Jakarta.

Lalu, kami berangkat ke hiroshima lagi. Pas kami mau membayar penginapan, kami diminta untuk mengisi angket anak kelas 5 SD. Kalo di Jepang anak SD saja sudah bikin riset. Sedangkan diriku mengenal riset pas kuliah.

Sampai di penginapan kami makan dan berniat akan jalan - jalan lagi ke Hiroshima Castle. Tapi salah satu temanku tak ikut, malah AA yg baru datang ke penginapan yg ikut. Dalam perjalanan menuju kesana kami video call-an sama mas Mbul. Yang paling adalah saat foto bersama si Mas Mbul ikut foto padahal di video call.

Setelah dari Hiroshima Castle, kami ke Genbaku Dome Hiroshima, meskipun beberapa hari yg lalu sudah kesana tapi salah satu kakakku ada yg belum kesana dan ingin sekali kesana.

Genbaku Dome adalah satu - satunya bangunan yg tersisa karena peristiwa bom hiroshima- nagasaki. Sedih sih pas kesana, apalagi setelah melihat foto ibu dan anak yg terpisah dengan bapaknya. Tetapi, kalo tidak terjadi bom, negaraku mungkin belum merdeka.

Di sebelah monumen ada sungai Ota. Kami berfoto - berfoto ria disana. Yang lucunya Mami dan AA malah berantem mengenai quotes tentang senja. Lalu, malah pada baper. Aduh, syndrom 20-_-

Kalo kata abangku, Sungai Ota itu tempat pembuangan tuyul. Masa iya, orang Jepang mainan tuyul?

Setelah itu, kami belanja di sevel belanja air putih, karena pesediaan air putih kamis habis. Udah coba masak air di penginapan sebelumnya, tapi rasa airnya aneh rasanya seperti air keran.

Day 5

Hari terakhir di Jepang, kami siap - siap menuju bandara karena kami akan boarding pagi. Alhamdulillah tiada kendala, hanya saja pas sampai di terminal bus, busnya sudah waktunya untuk berangkat.

Kondektur bus menyuruh kami cepat - cepat. Orang Jepang sangat disiplin sekali mengenai waktu, selain antrian mereka juga teratur dan sabar, untuk pembayaran bus dan trem mereka juga menggunakan sistem kejujuran.

Lalu akhirnya kami tiba di CGK sekitar maghrib, lalu kami shalat dahulu. Kebetulan hari ini aku sedang berhalangan, jadi aku bertugas menjaga tas. Saat menunggu tas, di depan musholla juga ada ibu bersama ke-6 anaknya yg masih kecil menunggu suaminya.  Ibu itu sepertinya berasal dari daerah timur tengah dan sedang hamil.

Hmm, seperti diriku yang ingin memiliki tujuh anak. Ku membayangkan aku, suamiku, dan anak - anaku terbang besama mengelilingi dunia 5  sampai 10 tahun lagi. Insyaa Allah.

Sekarang, fokusku adalah menuntut Ilmu, membahagiakan orang tua, memperbaiki diri dahulu dan meluruskan niat bukan karena kamu, tapi karena Dia, Yang Maha Baik.

Aku yakin Yang Maha Baik telah menyediakan jodoh terbaik untukku di tempat dan waktu yang terbaik, di saat kami sudah sama - sama siap mendidik anak - anak kami menjadi generasi - generasi terbaik.

Selepas dari CGK kami ke KPM dan di sambut oleh ketoprak dari Mas Mbul.

Berakhirlah kisahku di Jepang. Sekarang waktunya kerja keras untuk membayar pinjaman dan menabung lagi untuk perjalanan selanjutnya serta untuk S2 nanti. Semoga saja hal ini juga tidak melalaikanku dari amanah - amanahku.

Perjalananku kali ini mengajarkanku banyak, bukan hanya sekedar prestasi dan mimpi yg kuraih, apalagi hanya sekedar jalan - jalan.

Tetapi tentang bagaimana percaya dan terus percaya kepada Allah, tidak berlebihan saat besikap wala' (loyal) terhadap orang kafir, bersikap wara' terhadap suatu perkara. 

Melalui perjalanan ini aku belajar mempraktekan teori yg selama ini sering ku dengan tentang bukan lagi membedakan halal dan haram, bukan lagi membedakan perkara yg bermanfaat atau tidak bermanfaat meskipun itu halal. Tetapi juga menjauhkan diri dari hal - hal yang syubhat. 

Saturday, September 23, 2017

ESSAY TENTANG BIDIKMISI

Assalamu'alaykum :)

Sesuai dengan janji gue, gue akan share essay buatan gue tentang bidikmisi. Iyaa walaupun gak menang, tapi mudah  - mudahan dapat bermanfaat dan menginspirasi. Terutama buat teman - teman yang mau kuliah tetapi bingung soal biaya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BIDIKMISI MENYELAMATKAN BANGSAKU

Beberapa bulan yang lalu di saat teman – teman saya yang lain sibuk memikirkan memakai baju apa dan berdandan seperti apa saat acara wisuda, saya hanya diam mendengarkan keluh kesah mereka.  Jangankan memikirkan memakai baju apa, membayar uang wisuda saja saya tidak sanggup. Bahkan, saya masih kebingungan apakah harus melanjutkan pendidikan atau harus berkerja setelah lulus SMA nanti. Kondisi keuangan keluarga saya tidak memungkinkan saya untuk berkuliah di perguruan tinggi. Ayah saya hanya seorang penjual tiket bis, sedangkan ibu saya pedagang serabutan yang memiliki empat orang anak yang masih sekolah. Saya juga bukan siswa yang terlalu pandai, yang dapat dengan mudahnya mendapatkan beasiswa.  Tapi, mimpi dan cita – cita saya terlalu besar jika saya hanya menjadi tamatan SMA.
Di tengah kebingungan saya, saya teringat pada awal perkenalan saya dengan kata “Bidikmisi”. Awal perkenalan saya dengan Bidikmisi cukup lucu bahkan bisa dibilang cukup tidak baik. Saat itu, saya duduk dibangku kelas 2 SMA. Saya bukan siswa yang paling pandai dikelas, tetapi nilai saya bisa dikatakan cukup baik. Namun, saat itu nilai saya sedang menurun drastis atau mungkin bisa dibilang paling buruk di kelas. Seperti biasa, siswa yang nilainya buruk akan dipanggil oleh guru BK. Disinilah, awal perkenalan saya dengan Bidikmisi dimulai. Nilai saya menurun bukan tanpa alasan, nilai saya menurun karena beberapa hal yang dapat dimaklumi oleh guru BK saya, mendegar hal tersebut guru saya mengatakan untuk kuliah nanti saya dapat mengajukan beasiswa Bidikmisi. Awalnya saya masih tidak mengerti dengan Bidikmisi, lalu saya mencari informasi tentang Bidikmisi melalui internet.
Menurut Wikipedia, Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik, baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Program ini dilaksanakan sejak tahun 2010. Syarat – syarat penerimaan mahasiswa beasiswa Bidikmisi juga berbeda di setiap universitas.
Tanpa berpikir panjang lagi, saya langsung menghampiri guru BK saya untuk mengajukan program beasiswa Bidikmisi. Setelah itu, saya harus melewati pengisian data – data dan formulir serta melewati proses wawancara. Selama menunggu pengumuman Bidikmisi, orang tua saya juga menyuruh saya untuk berikhtiar di tempat lain. Orang tua saya berharap agar saya mendapatkan perguruan tinggi kedinasan, agar ketika saya lulus nanti saya dapat langsung berkerja. Tetapi, lagi – lagi mimpi dan cita – cita saya terlalu besar jika saya harus tetap berdiri di zona nyaman tersebut. Setelah dua ikhtiar tersebut, saya hanya mampu berdo’a, memohon yang terbaik kepada Allah.
Qadarullah, Allah meluluskan saya untuk mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan tidak meluluskan saya pada tes tahap terakhir di perguruan tinggi kedinasan tersebut. Awalnya sedih juga, karena tidak bisa mendapatkan apa yang orang tua saya inginkan, tetapi saya percaya Allah telah memberikan takdir terbaik-Nya untuk saya.
Bidikmisi adalah salah satu rizki terbesar dalam hidup saya dan saya sangat bersyukur mendapatkannya. Sekarang dengan bantuan beasiswa Bidikmisi saya dapat berkuliah di universitas impian saya sejak kecil. Iya, Bidikmisi menyelamatkan saya dari gelapnya masa depan serta membantu saya meraih cita – cita dan mimpi saya. Bukan hanya menyelamatkan secara ekonomi maupun akademik. Lebih dari itu, Bidikmisi membantu memperbaiki kepribadian saya. Bidikmisi membuat saya menjadi mahasiswa yang mandiri, kompetitif, dan bertanggung jawab. Bidikmisi membuat saya menjadi mandiri, karena melalui Bidikimisi saya belajar untuk tidak terus- menerus bergantung dan merepotkan orang tua. Bidikmisi membuat saya memiliki sifat kompetitif, karena para mahasiswa bidikmisi dituntut untuk terus berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Terakhir, bidikmisi menjadikan saya bertanggung jawab, karena saya sadar uang Bidikmisi adalah uang rakyat, beasiswa Bidikmisi adalah amanah dari rakyat yang harus saya jaga dan saya pergunakan sebaik mungkin.
Bidikmisi tidak hanya menyelamatkan saya, tetapi juga ribuan pemuda dan pemudi lainnya. Menurut data di Kompas.com, sejak pintu akses dibuka pada tahun 2010 hingga tahun akademik 2013/2014 saja, penerima beasiswa Bidikmisi telah mencapai jumlah 149.180 mahasiswa, termasuk mahasiswa di perguruan - perguruan tinggi swasta dan terus meningkat hingga tahun 2017.
Pemuda – pemudi penerima beasiswa Bidikmisi itu, lahir dalam keadaan yang tidak terlalu cerdas  tetapi mempunyai keinginan yang sangat besar untuk menjadi cerdas. Pemuda – pemudi itu lahir dari keluarga yang tidak sukses dan tidak kaya, tetapi memiliki keinginan yang besar untuk menjadi sukses dan kaya. Pemuda – pemudi itu tidak hanya sekedar ingin untuk mencerdaskan, menyukseskan, dan memperkaya dirinya sendiri. Tetapi, kelak pemuda – pemudi ini juga akan mencerdaskan, menyukseskan, dan memperkaya bangsa dan negaranya. 
Jadi, Bidikmisi bukan hanya telah menyelamatkan masa depan saya dan para pemuda – pemudi itu, tetapi juga masa depan Bangsa Indonesia. Bagaimana tidak ? Bidikmisi membuat kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Dengan begitu, maka pertumbuhan Indonesia di bidang lainnya akan meningkat. Karena Bidikmisi, guru hebat  yang akan mencerdaskan otak dan hati bangsa akan tercipta. Dokter – dokter yang akan menyehatkan jasmani dan rohani rakyat Indonesia akan hadir. Para insiyur yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun akhlak Negara Indonesia akan muncul. Hakim yang akan menegakkan keadilan dengan seadil – adilnya akan lahir.
Bidikmisi juga melahirkan calon – calon pemimpin hebat yang akan membuat Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar di berbagai bidang. Sekali lagi, Bidikmisi tidak hanya menyelamatkan diriku dan teman – temanku, tetapi juga bangsaku. Kebangkitan bangsaku sudah dimulai sejak tahun 1908 dan akan terus bangkit melalui tangan pemuda – pemudinya, yang sebagian masa depan pemuda – pemudinya telah diselamatkan oleh Bidikmisi. Terima kasih Bidikmisi..! Karena dirimu, aku, teman – temanku, dan bangsaku dapat terselamatkan dari kehancuran dan kebodohan. Salam Bidikmisi !

Saturday, September 2, 2017

GENERASIKU

Bismillaah,
Assalamu'alaykum guys !! Jadi kalo sebelumnya gue ngeshare essay bikinan gue tentang plagiatisme. Ada satu lagi nih essay tentang Konstribusi Generasiku untuk Indonesiaku. Waktu disuruh bikin  ini miniml 1000 kata guys. Jadi, musti mikir banget wkwkwk. Ohiya, gue jua ada essay tentang bidikmisi, tapi lagi dilombakan jadi belom bisa gue share. Do'a-in yaa biar gue mendapatkan yang terbaik. Karena ini lomba pertama gue saat jadi mahasiswa. Menang ataupun gak menang tetap bakalan gue share disini kok ! Jadi, tenang aja !! Semoga bermanfaat dan menginspirasi yaa :)

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Generasiku adalah generasi sembilan puluhan. Generasi yang lahir disaat Indonesiaku sedang mengalami krisis moneter, krisis pangan, dan kekrisisan yang lainnya. Generasiku adalah generasi yang lahir di tengah - tengah kebangkitan kembali bangsaku. Saat itu kami hanyalah anak - anak, balita dan bayi - bayi mungil yang tak mengerti apa - apa.
Namun, sekarang berbeda ! Umur termuda dari generasiku sekarang ini adalah delapan belas tahun. Itu berarti generasiku bukanlah generasi anak - anak lagi ! Bukan juga generasi remaja labil. Bukan pula generasi yang duduk di bangku sekolah dasar, bukan juga generasi sekolah menengah. Apalagi, generasi taman kanak - kanak. Bukan !! Usia termuda dari generasiku sekarang sudah menyandang status mahasiswa !  Iya, mahasiswa !!
            Generasiku sekarang sudah menyandang status yang sama seperti dengan orang - orang yang membuat Indonesiaku bangkit disaat kami baru saja lahir. Itu berarti sekarang sudah tugas generasiku untuk meneruskan perjuangan para kakak - kakak kami yang telah membuat Indonesiaku bangkit dari berbagai macam krisis.             Sekarang, giliran generasikulah yang memiliki fungsi sebagai agent of change, iron stock, moral force, dan juga social control.  
            Generasiku sekarang sudah memiliki fungsi sebagai agen perubahan. Generasiku harus memiliki konstribusi nyata untuk merubah Indonesiaku menjadi lebih baik. Banyak cara telah dilakukan oleh generasiku. Sebagai agen perubahan generasiku telah mencoba untuk bersikap kritis di berbagai bidang. Mulai dari bidang pendidikan, politik, dan demokratisasi, sumber daya alam serta ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, olahraga, seni serta budaya, lingkungan, kewirausahaan, kepemimpinan, kepoloporan, bahkan agama. Ide- ide itu lalu dituangkan dalam tulisan maupun aksi.
                        Selain sebagai agen perubahan, generasiku juga adalah para calon pemimpin Indonesiaku. Masa depan Indonesiaku ada di tangan generasiku. Bukan hanya sekedar calon, tetapi sudah banyak dari generasiku yang sudah banyak menjadi pemimpin dari Indonesiaku.
            Generasiku juga memiliki fungsi sebagai kekuatan moral bangsaku. Dimana moral Indonesiaku akan tercemin dari moral - moral generasiku. Meskipun ada segelintir dari generasiku yang memiliki moral buruk. Tapi, yang memiliki moral baik lebih banyak daripada manusia - manusia yang mememiliki moral buruk. Sudah banyak hafidz dan hafidzah dari Indonesia yang terkenal hingga ke luar negeri.
            Terakhir, generasiku sekarang juga memiliki fungsi untuk mengontrol penyimpangan - penyimpangan sosial yang terjadi di Indonesiaku.Lagi dan lagi sudah banyak konstribusi nyata yang diberikan oleh generasiku untuk mengontrol penyimpangan - penyimpangan sosial yang terjadi di Indonesiaku. Mereka melakukannya melalui tulisan, diskusi, serta juga aksi turun ke jalan seperti demo dan sebagainya.
            Generasiku lahir disaat Indonesiaku mulai merangkak untuk bangkit. Sekarang, generasiku sudah dewasa. Sudah saatnya generasiku membuat Indonesiaku berjalan untuk bangkit dan pada akhirnya dapat berlari kencang bukan hanya sekedar untuk bangkit dari ketepurukan tetapi berlari untuk mengalahkan bangsa - bangsa lain yang sudah lebih dulu bangkit.
            Sungguh disayangkan beberapa oknum dari generasiku memiliki sikap tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ada segelintir manusia dari generasiku justru malah membuat Indonesiaku jatuh kembali. Bahkan luka yang dibuat lebih dalam dari sebelumnya.
            Mereka mengalami degradasi moral , terlena akan kesenangan yang sementara dan berhura - hura, lalu melupakan tugasnya untuk memberikan konstribusi nyata untuk Indonesiaku. Mereka justru lebih mencintai bangsa -bangsa lain dibanding Indonesiaku. Mereka terjebak dalam budaya hendonisme, anti sosial, dan serba instan. Pemikiran mereka masih seperti pemikiran anak – anak yang duduk di bangku taman kanak - kanak, yang hanya ingin bermain dan terus bermain.
            Adapula oknum dari generasiku yang memiliki sifat seperti para remaja labil yang memikirkan dirinya sendiri. Begitu semua kepentingan, kebutuhan, dan keinginannya sudah tercapai maka dia merasa aman dan puas. Dia tidak peduli dengan manusia - manusia disekelilingnya, dia tidak peduli dengan Indonesiaku. Tapi anehnya, dia mengaku mencintai Indonesiaku. Bahkan, baginya tidak ada yang paling mencintai Indonesiaku selain dirinya.
            Tetapi itu hanya segelintir oknum dari generasiku ! Karena yang benar - benar mencintai Indonesiaku dan memiliki konstribusi nyata untuk Indonesiaku lebih banyak daripada mereka yang hanya mencintai Indonesiaku dengan kata – kata atau bahkan tidak mencintai sama sekali. Mereka adalah orang - orang yang sadar bahwa masa depan dari Indonesiaku ada di tulang punggung mereka. Mereka sadar bahwa mencintai Indonesiaku tidak hanya sekedar dengan kata - kata. Tetapi, juga dengan pikiran dan perbuatan. Mereka adalah orang - orang yang telah sadar bahwa mereka bukan remaja lagi, apalagi anak - anak, tetapi mereka adalah orang dewasa yang sudah memiliki empat kewajiban ataupun empat fungsi. Yaitu, agent of change, iron stock, moral force, dan juga social control. 
            Banyak sekali contoh dari generasiku, yang dapat kita lihat di media sosial, televisi, koran, radio, dan sejenisnya, yang memiliki pemikiran dewasa seperti yang diharapkan oleh Indonesiaku. Mereka bertebaran di seluruh bagian dari Indonesiaku.
            Mereka lahir dari berbagi tempat dan kalangan. Ada yang dari keluarga kaya raya, keluarga yang biasa saja, dan sampai keluarga yang sangat amat miskinpun mereka ada. Ada yang terlahir sebagai anak dari seorang pengusaha, anak dari karyawan swasta, anak dari pegawai negeri sipil, anak dari pendagang, anak dari guru, anak dari polisi, anak dari tuknag ojek, anak dari tukang becak, anak dari anggota TNI, anak dari anggota DPR, anak dari presiden, anak dari anggota MPR, anak dari tukang tahu, anak dari kuli, anak dari buruh cuci, anak dari pemulung, anak dari pengemis, anak dari seorang pengangguran, bahkan anak yatim piatu sekalipun.
            Siapapun mereka dan darimana pun mereka aku dan Indonesiaku sangat -sangat amat berterimakasih atas konstribusi nyata yang telah kalian berikan kepada Indonesiaku. Iya, ditengah segelintir manusia daari generasiku yang membuat Indonesiaku jatuh terpuruk sekali. Kalian datang membawa cahaya untuk Indonesiaku.
            Indonesiaku dan terkhusus aku sangangat bangga memiliki generasi seperti generasiku. Semoga generasi – generasi adek - adek kami, generasi - generasi  yang berada di bawah kami dapat membuat Indonesiaku lebih baik lagi dengan konstribusi - konstribusi nyata untuk Indonesiaku agar dapat berlari kencang mengalahkan bangsa – bangsa lain.
            Iya, sekecil apapun konstribusimu itu sangat – sangat amat dibutuhkan oleh Indonesiaku. Tidak harus dengan menciptakan penemuan baru, tidak harus juga membuat tulisan – tulisan essay berisi kritikan, tidak juga harus turun ke jalan, serta tidak juga harus mendapat medali emas atau ip yang cum claude. Jika hal – hal tersebut terlalu berat untuk dilakukan kita, cukup kita dengan membeli dan memakai barang – barang produk buatan Indonesiaku. Maka itu sudah cukup membuat Indonesia bangga.
            Jika dirasa melakukan hal itu pun amat sulit, maka kita cukup dengan tidak membuang sampah sembarangan, maka kau sudah embuat konstribusi yang sangat – sangat amat besar untuk Indonesiaku.

Created by Rahma R. Saraswati

Sumber :

Plagiatisme dalam Dunia Keilmiahan

Assalamu'alaykum :)

Long time no nge- blog !! wkwkwk. Sebenernya gue pengen banget nge-blog tentang perjalanan hijrah gue dari siswa menjadi mahasiswa. Tapi belom ada waktu, sekalinya ada waktu lagi gak mood wkwkwk. Jadi, kali ini cuman pengen share essay bikinan gue aja bekas tugas MPA. Sayang banget kalo cuman kesimpen di laptop. Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi ! :)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Plagiatisme berasal dari kata dasar plagiat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, plagiat berarti pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah – olah  karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan. Dalam sejarahnya, asal kata plagiat mucul pada abad pertama, Marcus Valerius Martialis seorang penyair dari Roma membuat istilah dalam bahasa latin plagiarius yang berarti mencuri karya orang lain.
            Menurut Wikipedia, dalam buku Bahasa Indonesia :Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal – hal berikut sebagai tindakan plagiarisme : mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri, mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri, mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri,  mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri, menyajikan tulisan yang sama dalam kesempampatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal usulnya, meringkas dan memparafasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan meringkas dan memparafasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.
            Dalam agama, terkhusus agama Islam, hal ini sangat dilarang. Hal ini dikarenakan suatu karya termasuk ke dalam harta penulisnya atau penemunya bahkan termasuk ke dalam harta yang sangat berharga dibandi harta lainnya.Lalu, apabila kita mengambilnya atau mengakuinya sebagai karya kita tanpa seizin dari pemiliknya, maka hal ini sama saja dengan mencuri.
            Belakangan ini, di tengah kemajuan zaman banyak sekali orang yang melakukan plagiarisme, khususnya di dunia keilmiahan. Hal ini terjadi disebabkan oleh banyak faktor, yaitu karena malasnya seseorang dalam membuat suatu karya, tidak terlalu percaya diri dengan karya buatannya, ingin diakuinya seseorang sebagai cendikiawan yang hebat, dan rasa iri terhadap cendikiawan – cendikiawan lainnya.
Seperti kata Bang Napi, kejahatan terjadi bukan hanya hanya karena niat pelakunya, namun juga kerena adanya kesempatan. Di era serba modern ini, banyak karya ilmiah ataupun pemikiran – pemikiran dengan mudahnya tersebar luas di internet.Lalu, para pelaku plagiarisme ini dengan mudah mengcopypaste karya – karya tersebut tanpa menuliskan sumbernya dengan secara jelas dan lengkap.       Selain itu, kurangnya pengawasan dan sanksi yang tegas terhadap para pelaku plagiarisme ini, membuat para pelaku tidak takut melakukan plagiarisme.  
Plagiarisme sangatlah berbahaya. Apalagi plagiarisme di dunia keilmiahan. Karena apabila hal ini terus terjadi, lalu membuat para korban plagiarisme di dunia keilmiahan yang notabene adalah para cedikiawan cerdas sakit hati dan tidak ingin berkarya lagi dan yang tertinggal hanyalah para cedikiawan – cendikiawan licik dan pembohong. Jika hal ini terjadi maka hancurlah ilmu pengetahuan. Jika ilmu pengetahuan hancur, maka hancurlah kehidupan. Ditambah lagi dengan orang – orangnya yang licik dan pembohong serta orang – orang yang tadinya cerdas, jujur dan rajin menjadi pemalas karena sakit hati menjadi korban plagiarisme.

Created : Rahma R. Saraswati
           
Sumber :
http://multazam-einstein.blogspot.co.id/2013/01/masalah-penggunaan-hak-cipta-dengan.html?m=1

Friday, June 2, 2017

Jalan itu bernama dakwah

Kala dakwah mengajariku,

ketika dulu aku tidak mengerti siapa aku dan untuk apa aku ada.
dakwah mengajariku menjadi seseorang yang hidup untuk orang lain.

Ketika dulu aku merasa lemah pada diriku, dakwah mengajariku bagaimana berjuang hingga menjadikan ku sosok yang kuat.

ketika dulu aku menggugat Allah atas takdirNya, dakwah mengajariku menjadi hamba yang ikhlas terhadap ketentuanNya.

ketika aku terlalu tergesa-gesa mengejar apa yang ku mau, dakwah mengajariku tentang ketekunan dan kesabaran menanti kemenangan.

ketika dahulu aku hanya bermimpi kecil dan selalu berfikir apa adanya, dakwah mengajariku untuk bermimpi besar dan bercita-cita sebanyak mungkin.

ketika dulu aku hidup untuk sendiri, dakwah mengajariku untuk perduli dan peka pada keadaan orang lain.

ketika dulu aku tidak bisa menerima perlakuan buruk orang lain atasku, dakwah mengajariku untuk membalas keburukan dengan kebaikan.

ketika dulu aku selalu merasa tidak mempunyai siapapun untuk menolongku, dakwah mengajariku tentang keyakinan bahwa Allah akan selalu ada untuk hambaNya.

ketika dulu aku tidak bisa menyentuh hati manusia, dakwah mengajariku tentang bahasa hati.

Ya,
dakwah mengajariku tentang banyak hal.

dakwah telah menempaku menjadi sosok yang lebih berarti untuk hidup yang hanya sekali.

dakwah mengajariku tentang cinta sejati.

dakwah mengajariku tentang kekuatan agar aku tak menjadi manusia yang mudah menyerah. dakwah mengajariku dari sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

dakwah mengajariku tentang sebuah keikhlasan.

dakwah mengajariku agar senyumku selalu tersebar dimana saja, meski hatiku sedang mendung.

dakwah mengajariku bagaimana menjadikan dunia ini ada di genggam tangan ku, bukan di hatiku.

hingga ketika Allah memberikan kesedihan, aku tau bagaimana caranya tersenyum lagi:')
dan jalan dakwah ini lah yang ku pilih.

Terimakasih yaRabb, atas segala hal yang terjadi dan atas kebahagiaan yang selalu kau beri❤

----------------------------------

Tulisan di atas adalah tulisan yg saya temukan di TL line saya. Tulisan yg saya temukan di sela -sela menunggu waktu berbuka, tulisan yg saya temukan disaat iman saya sedang futur atau cacat.

Iya ! Tulisan itu benar adanya !

Dahulu sebelum dakwah menyentuh saya, ketika orang lain memarahi saya (mungkin sebagian hanya berniat menasehati), saya akan ikut marah dan membela diri. Tetapi sekarang saya akan diam dan mengakui kesalahan saya (meskipun kadang terlalu gengsi mengakuinya).

Tidak hanya itu, ketika orang lain salah atau menyakiti hati saya, saya ngedumel dan sebagainya, tapi sekarang setelah saya tersentuh oleh dakwah saya menjadi sedih ketika orang berbuat demikian kepada saya. Saya sedih bukan karena apa - apa, cuman saya takut saya tidak bisa memaafkan dia dan saya takut saya pernah menyakiti hati orang lain tanpa saya sadari.


Terakhir, sebelum saya tersentuh dakwah ketika apa yg saya inginkan tidak saya dapatkan. Saya akan sedih. Tetapi, ketika saya sudah tersentuh dakwah saya akan sangat - sangat bahagia. Saya ingat sekali ketika pengumuman SNMPTN kemarin dan saya dinyatakan tidak lolos, bukannya sedih atau apa saya malah sujud syukur. Karena semenjak saya tersentuh dakwah saya tau bahwa semua takdir saya sudah dituliskan sangat indah oleh Dia.

Hmm, betapa Dia mencintai saya, mengenalkan saya pada jalan ini, jalan berliku yg hanya dapat dilalui oleh orang - orang pilihannya. Jalan itu bernama dakwah.

Iya ! Dakwah memang tidak dapat mengubah saya menjadi manusia sempurna. Tapi, dakwah telah mengubah saya menjadi lebih baik dari diri saya yang
dahulu.